Pantau Flash
WhatsApp Diam-diam akan Luncurkan Dompet Digital di Indonesia?
Australia Terancam Dengan Model Jualan Daging Lewat Medsos di Indonesia
JK: Masyarakat Papua Diharapkan Terima Permintaan Maaf Gubernur Khofifah
Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa

Jelang Pengumuman KPU, Kadin DKI Jakarta: Jangan Terlalu Khawatir

Jelang Pengumuman KPU, Kadin DKI Jakarta: Jangan Terlalu Khawatir Gedung KPU. (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Adanya kekawatiran pelaku usaha menjelang pengumuman hasil Pilpres oleh KPU pada tanggal 22 Mei 2019 merupakan sesuatu yang wajar dan perlu disikapi dengan bijak. 

Pelaku usaha selalu mengharapkan  situasi dan kondisi yang kondusif, aman dan nyaman sehingga tidak mengganggu aktivitas bisnis dan perekonomian. Terlebih Jakarta sebagai kota jasa, pusat perputaran hampir 60 persen uang Indonesia dan menguasai hampir 17 persen ekonomi Indonesia tentu sangat sensitif dengan issu-issu yang dapat mempengaruhi psiokologis pasar.

Wakil ketua umum Kamar Dagang DKI Jakarta, Sarman Simanjorang menghimbau agar pelaku usaha tidak perlu kawatir serta tetap menjalankan aktivitas usahanya seperti biasa. Para pelaku usaha di pusat pusat perdagangan dan mall seperti pemilik toko, showroom, restoran, cafe dan usaha lainnya agar tetap buka sembari cermat membaca situasi dan kondisi menjelang pengumuman hasil Pilpres oleh KPU pada tanggal 22 Mei nanti sehingga dapat mengantisipasinya. 

Baca juga: Tak Seramai Dulu, Pedagang Parsel Cikini: Sekarang mah Kurang Omzetnya

"Kebetulan lokasi kantor KPU jauh dari pusat-pusat bisnis, sehingga kalaupun ada kerumunan massa tidak akan mempengaruhi aktivitas bisnis," ujar Sarman dalam keterangan persnya, Senin (20/5/2019).

Pihaknya mengharapkan jika ada unjuk rasa agar tetap berjalan damai, aman dan kondusif, tidak terjadi hal hal yang dapat mengganggu ketenteraman ibukota. Sarman juga meyakini dan percaya aparat keamanan kita dapat mengawal pengumuman KPU secara profesional dengan mengedepankan dialog dan pendekatan yang persuaif sehingga para pengunjuk rasa merasa nyaman menyampaikan aspirasinya. 

"Waspada boleh akan tetapi jangan terlalu khawatir, pelaku usaha harus optimis bahwa proses politik di tanah air akan berjalan dengan aman dan damai," tambahnya.

Baca juga: Cerita Penjual Parsel: Pembeli Tunda Pesanan Hingga Putusan KPU 22 Mei

Ia menegaskan bahwa pesan positif harus dapat tunjukkan kepada para investor sehingga setelah pengumuman hasil Pilpres mereka tidak ragu untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia. Mereka butuh kepastian hukum, kebijakan yang pro bisnis dan pro dunia usaha, pelayanan dan kondisi yang kondusif.

Ia juga menyoroti soal gejolak perang dagang Amerika dan Tiongkok. Sebagai pengusaha, Sarman juga berharap ekonomi Indonesia tetap tumbuh dengan baik dan momentum Ramadhan dan Idul Fitri dapat meningkatkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang nanti mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional triwulan kedua, lebih baik dari triwulan pertama sebesar 5,07 persen jauh dari target sebesar 5,2 persen.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: