Forgot Password Register

Jerman Desak Iran Tinggalkan Suriah dan Hentikan Program Nuklir

Kanselir Jerman Angela Merkel. (Foto: Reuters/Muhammad Hamed) Kanselir Jerman Angela Merkel. (Foto: Reuters/Muhammad Hamed)

Pantau.com - Kanselir Jerman Angela Merkel selama kunjungannya ke Jerusalem mengatakan, Jerman dan Israel sependapat bahwa Iran tak boleh dibiarkan memiliki senjata nuklir.

Ketika berbicara dalam taklimat bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Jerusalem, Merkel juga menyeru pasukan Iran keluar dari Suriah.

Merkel juga membela hak Israel untuk melindungi perbatasan utaranya dari kehadiran militer Iran di Suriah. "Iran adalah ancaman buat Israel dan ancaman buat Lebanon,"  kata Merkel, sebagaimana dikutip Xinhua di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

"Tak boleh ada kehadiran Iran di Suriah. Kami sangat yakin dan memiliki sikap yang sama kuat dengan Israel bahwa semua harus dilakukan guna mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Tempat kami tidak selalu bersatu ialah jalan menuju sasaran ini."

Baca juga: Soal Putusan Pengadilan Tinggi PBB, AS Akhiri Perjanjian Persahabatan 39 Tahun dengan Iran

Sementara itu Netanyahu menekankan "bahaya" yang ditimbulkan oleh Iran.

Menurut Netanyahu, dugaan agresi Israel juga memiliki satu manfaat: membuat Israel dan negara Arab "jadi dekat ke posisi yang tak pernah terjadi sebelumnya". Ia mengatakan hubungan baru itu menjadi "harapan besar bagi masa depan".

Mengenai konflik Palestina-Israel, Merkel kembali menegaskan dukungannya bagi penyelesaian dua-negara.

Merkel pada Kamis juga mengeritik "Hukum Nasional Yahudi" dan berlanjutnya pembangunan permukiman Yahudi di tanah Palestina yang diduduki. "Jerman prihatin mengenai kebijakan permukiman (Yahudi), yang membuat sulit untuk menerapkan penyelesaian dua-negara," katanya.

Meskipun menyampaikan "penahanan dirinya" berkaitan dengan "Hukum Nasional Yahudi" --yang disahkan baru-baru ini, Merkel mengatakan ia tetap mendukung Israel sebagai "negara Yahudi". Ia menambahkan bahwa --untuk mewujudkan perdamaian-- Palestina juga harus menerima keadaan itu.

Baca juga: Iran Ogah Tanggapi Meningkatnya Ancaman Teror Kantor Konsulat AS di Iraq

Kanselir Jerman tersebut juga menyatakan ia berencana mendorong Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA), yang berpusat di Ramallah di Tepi Barat Sungai Jordan agar kembali ke proses perdamaian Timur Tengah, yang macet.

Namun, Netanyahu mengecam Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dan mengatakan ia "membuat rumit situasi di Jalur Gaza dengan mencekik penyerahan dana dari wilayah Palestina ke Jalur Gaza".

Merkel memulai kunjungan dua-harinya ke Israel pada Rabu; selama kunjungan tersebut ia bertemu dengan Netanyahu dan Presiden Israel Reuven Rivlin. Kanselir Jerman itu juga menghadiri pembicaraan antar-pemerintah dan menteri Jerman, dan menandatangani kesepakatan guna mendorong hubungan ekonomi dan budaya antara kedua sekutu tersebut.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More