Pantau Flash
Catat! Ada Denda Rp300 Ribu Jika Anda ‘Ngasal’ Kendarai GrabWheels
LAN: 37 Persen ASN Punya Latar Belakang Pendidikan Tak Sesuai Kompetensi
Saddil Ramdani Pamit dari Pahang FA
Chandra Hamzah Akan Pimpin BUMN Sektor Perbankan
Defisit APBN Melebar Mencapai 1,80 Persen di Oktober 2019

Joko Anwar Pastikan 'Perempuan Tanah Jahanam' Beda dengan 'Pengabdi Setan'

Joko Anwar Pastikan 'Perempuan Tanah Jahanam' Beda dengan 'Pengabdi Setan' Joko Anwar (Foto: Instagram/@jokoanwar)

Pantau.com - Hanya dua tahun berselang antara penayangan film horor 'Pengabdi Setan' (2017) dan 'Perempuan Tanah Jahanam' yang hadir pada pertengahan Oktober, tapi sutradara Joko Anwar menjanjikan penonton akan mendapat suguhan yang sama sekali berbeda.

"Film ini berbeda dari style dan feel 'Pengabdi Setan'," ujar Joko di konferensi pers peluncuran trailer 'Perempuan Tanah Jahanam', Jakarta, Senin (17/9/2019).

Baca juga: Syuting Film 'Perempuan Tanah Jahanam' Tara Basro Tak Mau Ditinggal Sendiri

Dia sudah memperlihatkan hasilnya pada sebagian orang yang melontarkan komentar serupa.

Apakah film yang ceritanya sudah ia garap selama 10 tahun itu bakal melampaui standard 'Pengabdi Setan' yang membawa pulang banyak penghargaan?

Joko menyerahkan penilaian itu pada penonton. Satu hal yang ia tegaskan, setiap pembuatan karya baru selalu diiringi niat dan usaha agar hasilnya lebih baik dari sebelumnya.

"Maunya selalu meningkat, dari segi teknis dan estetika harus lebih baik," kata dia.

Baca juga: Joko Anwar Janjikan Banyak Kejutan di Film 'Gundala'

'Perempuan Tanah Jahanam' bercerita tentang keluarga, sebuah karya hasil renungan Joko mengenai fungsi anggota keluarga.

'Perempuan Tanah Jahanam' mengisahkan Maya (Tara Basro), gadis yang mengalami nasib buruk. Setelah mendapat serangan mendadak, Maya dapat informasi ada kemungkinan ia mendapat harta warisan di desa leluhurnya. Bersama temannya, Dini (Marissa Anita), Maya kembali ke kampung halaman.

Namun ia tidak menyadari masyarakat sudah berusaha mencari dan menghabisinya karena sebuah alasan.

Pengambilan gambar berlangsung di desa-desa sekitar Malang, Gempol, Lumbang, Bromo, Lumajang, Ijen, dan Banyuwangi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: