Forgot Password Register

Kebijakan Baru Batubaru, Begini 'Curhatan' Pengusaha Tambang

Kebijakan Baru Batubaru, Begini 'Curhatan' Pengusaha Tambang Batubara di angkut kapal tongkang (Foto: Wikimedia Commons)

Pantau.com - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) berencana menemui pemerintah. Rencana pertemuan ini terkait kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) kebijakan memasarkan Batubara dipasarkan di dalam negeri yang dinilai menimbulkan polemik.

Direktur Eksekutif APBI, Hendra Sinadia menjelaskan mulanya ada rencana dari pelaku usaha untuk mengusulkan alternatif kebijakan untuk jangka kedepan.

"Ada rencana kami dari pelaku usaha akan mengusulkan alternatif kebijakan untuk jangka kedepan agar pemenuhan DMO tidak lagi jadi polemik lagi kedepannya," ujarnya saat ditemui usai diskusi di The Darmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).

Baca juga: Kenapa Hanya 51 Persen Akuisisi Saham Freeport? Begini Kata JK

Hendra memaparkan, kebijakan DMO sebesar 25 persen sebetulnya bukan kebijakan baru namun kebijakan tersebut baru diperbaharui dengan adanya ketentuan harga khusus.

Ia menambahkan, PLN kesulitan dana dan meminta pemerintah supaya harga batu bara yang meningkat diluar prediksi dipatok harganya. Pemerintah akhirnya menetapkan harga USD 70 dolar ditengah pasar ekspor berkisar USD 115 dolar.

"Kewajiban 25 persen sebenarnya enggak ketinggian. DMO kan sebelumnya juga sudah berjalan di perusahaan yang sesuai dengan speknya. Cuma kenapa ini menjadi agak ribet, itu ya waktu pemerintah menerapkan tarif khusus batubara yang USD 70 tadi. Ini yang menjadi masalah," ungkapnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More