Forgot Password Register

Keras, Presiden Filipina Rodrigo Duterte Tantang Angkatan Militer untuk Menggulingkannya

Keras, Presiden Filipina Rodrigo Duterte Tantang Angkatan Militer untuk Menggulingkannya Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Pemimpin Filipina Rodrigo Duterte menyarankan angkatan bersenjatanya lebih gahar dalam melakukan tugasnya. Termasuk menggulingkan pemerintahnya dan semua politisi di Filipina jika dianggap tidak layak. 

Dasarnya, sambung Duterte tentu melihat pemerontakan serta serangan teroris yang kerap mengusik ketenangan warga Filipina.

“Jatuhkan semua politisi, termasuk saya. Saya selalu bisa pulang ke Davao, dengan berenang," kata Duterte, yang dikutip dari RT, Jumat (8/2/2019).

Baca juga: Kabar Manny Pacquiao Maju Pilpres Filipina Semakin Santer, Hati-hati Duterte

"Masalah utama pemberontakan, Duterte menunjukkan, adalah bahwa kudeta militer biasanya hanya menghasilkan pengangkatan tokoh oposisi musiman untuk menduduki kursi tertinggi. Jadi alih-alih membuang-buang waktu dan upaya mereka, presiden menyarankan calon komplotan kudeta militer harus memilih sekitar puluhan pemimpin muda yang cerdas dan mendorong yang terbaik untuk menjalankan Filipina."

Ini bukan pertama kalinya presiden berani mendoktrin militer untuk menentukan masa depan politik di Filipina. Pernyataan serupa pernah dilontarkan oleh Dterte pada September lalu.

"Panggung pemberontakan!" seru Duterte menantang militer Filipina untuk bertindak jika mereka tidak menyukai kepemimpinannya

Baca juga: Kontroversi Duterte: Bunuh Saja, Uskup Gereja Khatolik Orang Tak Berguna!

Negara Asia Tenggara di Pasifik Barat menyaksikan lebih dari belasan upaya kudeta sejak penggulingan Presiden Ferdinand Marcos tahun 1986 yang memerintah diktator di bawah hukum darurat. Upaya perebutan kekuasaan terbaru diplot selama presiden Gloria Macapagal Arroyo lebih dari satu dekade lalu.

Saat ini Senator Antonio Trillanes, mantan perwira angkatan laut, menjabat sebagai tokoh oposisi utama di negara itu. Pemerintah Duterte yakin dia terlibat dalam upaya kudeta yang gagal selama pemberontakan Oakwood 2003 dan pengepungan hotel Semenanjung Manila 2007. Di masa lalu, Trillanes diberikan amnesti atas kesalahannya oleh mantan presiden Benigno Aquino III, yang sekarang diperselisihkan oleh Duterte.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More