Forgot Password Register

Kontroversi Duterte: Bunuh Saja, Uskup Gereja Khatolik Orang Tak Berguna!

Kontroversi Duterte: Bunuh Saja, Uskup Gereja Khatolik Orang Tak Berguna! Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters/Ezra Acayan)

Pantau.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan sudah habis kesabaran terhadap penolakan Gereja Katolik terkait kebijakannya. Ia pun mengejal seluruh jemaat Khatolik di Filipina dengan sebuat orang bodoh dan tak berguna.

Bahkan dalam sebuah pidatonya, yang dikutip dari RT, Jumat (7/12/2018), Duterte menyerukan agar membunuh seluruh jemaat Gereja Khatolik di Filipina. Pasalnya, kata dia, 90 persen imam yang ada punya kelaianan seksual alias homoseks yang sangat mengganggu moral bangsa.

"Uskup-uskup ini yang kalian miliki, bunuh mereka. Mereka orang bodoh yang tidak berguna. Yang mereka lakukan hanyalah mengkritik," kata Duterte.

Baca juga: Presiden Filipina Akui Dirinya Gunakan Narkoba untuk Basmi Gembong Narkoba, Serius?

Otoritas Katolik telah menjadi salah satu pengkritik paling kejam tentang perang ekstrajudisial Duterte terhadap peredaran narkoba.

Senator oposisi Antonio Trillanes bahkan menyatakan jika lebih dari 20.000 orang telah tewas dalam perang narkoba besutan Duterte itu. sejak mejadi presiden Filipina pada Juli 2016.

Namun pihak Duterte mengklaim angka kematian itu telah dimanipulasi. Menurut pemerintah, total kematian sejak 2016 silam berjumlah 4.999.

Baca juga: Ada-ada Saja, Presiden Duterte Lewatkan Agenda KTT ASEAN karena Tidur Siang

Gereja Katolik telah mendesak Duterte untuk meredam retorika setelah tiga imam Katolik tewas Desember lalu karena serangan terhadap peredaran narkoba.

Bulan lalu, Duterte mengejek Pengadilan Pidana Internasional, dengan mengatakan para hakimnya sebagai seorang pedofil, pemabuk, dan idiot. Bahkan ia mengancam akan menampar salah satu jaksa pengadilan Den Haag lantaran menyelidiki kejahatan terhadap kemanusiaan.

Jude Sabio, seorang pengacara yang berencana untuk mencalonkan diri sebagai Senat tahun depan, mengajukan gugatan terhadap Duterte di ICC pada Mei 2017 dengan tuduhan terkait dengan meningkatnya jumlah korban tewas perang obat biusnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More