Pantau Flash
Sani Rizki: Insya Allah Kami Bisa Menjadi Juara
Menteri PUPR: Proyek Tol JORR II Rampung 2020
Jokowi Akan Undang Kapolri Senin Pekan Depan Tanya Kasus Novel
Menteri Tjahjo Ingin ASN Tetap Kerja 5 Hari dalam Seminggu
Basuki Akui Pembangunan Tol Kunciran-Serpong Sempat Terhenti 10 Tahun

Kisah BJ Habibie Bakar Semangat Timnas SEA Games 1999

Headline
Kisah BJ Habibie Bakar Semangat Timnas SEA Games 1999 BJ Habibie. (Foto: Antaranews)

Pantau.com - Presiden Republik Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, yang wafat pada Rabu 11 September 2019 di Jakarta. Ia menjadi sosok pembakar semangat tim nasional sepakbola di SEA Games 1999 yang berlangsung di Brunei Darussalam.

Aji Santoso yang menjadi salah satu pemain di skuad timnas tersebut, menyebut bahwa kata-kata bijak dari Habibie merasuk ke sanubari para pemain saat pelepasan tim di Istana Merdeka.

"Beliau mengatakan kepada kami, 'Kalian adalah pahlawan-pahlawan bangsa. Kumandangkanlah lagu Indonesia Raya di negeri orang. Jaga marwah Bangsa Indonesia dan jaga lambang Garuda kita'," ujar Aji.

Baca juga: Ternyata Kebiasaan Ini yang Membuat BJ Habibie Harus Dirawat di Rumah Sakit

Pria yang kini melatih klub Liga 2 Indonesia 2019 PSIM Yogyakarta itu pun mengaku sulit melupakan momen tersebut. Habibie, menurut Aji adalah salah satu putra terbaik bangsa. Kepergiannya menghadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan kehilangan besar bagi Indonesia.

"Semoga beliau husnul khotimah," kata dia.

Penilaian senada juga diutarakan rekan Aji di timnas SEA Games 1999, Andrian Mardiansyah. Menurut Andrian, dalam pelepasan atlet, Habibie sempat meminta timnas sepakbola Indonesia untuk merebut medali emas. Namun, keinginan itu tidak terwujud setelah Indonesia hanya mendapatkan medali perunggu.

"Beliau meminta kami untuk menjadi pahlawan olahraga dan sebisa mungkin merebut emas. Akan tetapi, kami hanya mampu mendapatkan perunggu," tutur Andrian.

Baca juga: Laga Persipura vs Persija, Para Pemain Heningkan Cipta untuk BJ Habibie

Gelandang yang membuat satu gol di SEA Games 1999 tersebut menganggap Habibie merupakan sosok besar, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri khususnya di Jerman.

"Pak Habibie itu orang pintar, sulit mencari yang seperti dia di Indonesia. Dia sangat dihargai bahkan di Jerman. Pak Habibie bukan orang sembarangan," kata Andrian.

Sekadar informasi, BJ Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun pada pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu 11 September 2019. Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie, menyebut bahwa Wakil Presiden ketujuh Republik Indonesia itu wafat karena faktor usia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Olahraga

Berita Terkait: