
Pantau - Atlet hoki indoor Indonesia, Muhamad Alfiana, saat ini tengah memperkuat Bremer Hockey Club di Liga 2 Hoki Jerman, namun di balik prestasinya di kancah internasional, ia masih berstatus tenaga honorer di Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Sukabumi.
Meski demikian, Alfin tetap bersyukur atas pencapaian yang ia raih berkat hoki yang telah membawanya menjelajah berbagai negara di Asia dan Eropa.
" Saya tidak pernah membayangkan bisa ke negara-negara Asia dan Eropa. Alhamdulillah, saya sudah ke Rusia, Ceko, Polandia, Austria, dan Jerman berkat hoki," ungkapnya.
Prestasi Nasional dan Internasional, Status Honorer Belum Berubah
Alfin adalah pilar penting tim Hoki Indoor Putra Jawa Barat yang mencetak hattrick juara PON pada 2016, 2020, dan 2024.
Di level internasional, ia turut mengantarkan timnas hoki indoor Indonesia meraih medali emas di SEA Games Kamboja 2023 dan mempertahankannya di SEA Games Thailand 2025.
" Medali emas itu saya persembahkan untuk keluarga, masyarakat Sukabumi, Jawa Barat, dan Indonesia," ujarnya.
Namun, di balik sederet prestasi tersebut, Alfin mengaku masih berstatus honorer sejak 2018.
" Saya kurang memahami mengapa belum diangkat. Mungkin terkendala peralihan pemerintahan saat SEA Games 2023. Semoga ada perhatian dari Menpora Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, dan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki," katanya.
Berlaga di Liga Eropa, Gunakan Bonus untuk Masa Depan dan Orang Tua
Kualitas permainan Alfin menarik perhatian klub luar negeri.
Pada 2025, ia memperkuat President Hockey Club di Liga Hoki Ceko.
Kini, di musim 2026, ia bermain bersama Adi Darmawan Leksono di Bremer Hockey Club, Jerman, yang kompetisinya berlangsung hingga 14 Februari 2026.
" Bermain di Jerman menjadi kebanggaan tersendiri karena negara ini kuat di hoki indoor. Saya ingin menambah pengalaman agar bisa terus berkontribusi untuk tim nasional," ungkapnya.
Atas raihan medali emas di SEA Games 2025, Alfin menerima bonus Rp500 juta yang ia alokasikan untuk tabungan masa depan anak-anak, investasi, dan memberangkatkan orang tuanya ke Tanah Suci.
Alfin mulai mengenal hoki sejak bangku SMA dan memilih menekuni cabang ini karena masih jarang diminati.
Ia lahir di Sukabumi, 16 Februari 1995 dan merupakan lulusan magister dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
- Penulis :
- Aditya Yohan







