Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wamen P2MI Lepas 29 Perawat Indonesia ke Jerman melalui Program Triple Win

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamen P2MI Lepas 29 Perawat Indonesia ke Jerman melalui Program Triple Win
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani (tengah) bersama perawat pekerja migran Indonesia. (ANTARA/HO-Kementerian P2MI).)

Pantau - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani melepas keberangkatan 29 perawat yang akan bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia di Jerman melalui program Triple Win dengan skema Government to Government atau G to G pada Kamis.

Keberangkatan tersebut menjadi kloter terbesar dalam program penempatan perawat Indonesia ke Jerman.

Momen ini juga dinilai penting karena tidak semua pendaftar program G to G Jerman berhasil lolos seleksi hingga tahap penempatan.

Christina Aryani mengatakan, "Keberangkatan ini bukan akhir perjuangan, tetapi awal dari perjalanan besar untuk masa depan yang lebih baik. Berangkatlah bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk belajar, menambah pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan membangun jejaring profesional."

Penempatan Perawat di Sejumlah Fasilitas Kesehatan Jerman

Sebanyak 13 pekerja migran akan ditempatkan di Klinikum Wolfsburg.

Enam orang akan ditempatkan di Seniorentzentrum Sonnhalden Neuenburg.

Sembilan orang akan ditempatkan di Haus Maihalden Pforzheim.

Satu orang akan ditempatkan di Seniorenwohnen Neu-Ulm Ludwigsfeld.

Para pekerja migran tersebut berasal dari berbagai universitas serta sekolah dan politeknik pendidikan kesehatan di Indonesia.

Mereka juga berasal dari 11 provinsi di Indonesia.

Dorong Penguatan Kurikulum dan Bahasa Jerman

Christina Aryani mengapresiasi peran lembaga pendidikan yang membantu memperbesar peluang penempatan perawat Indonesia di Jerman.

Ia menyampaikan, "Kami mengapresiasi peran lembaga pendidikan yang telah memperkuat kurikulum dengan pembelajaran bahasa Jerman, sehingga mempercepat proses penempatan dan meminimalkan risiko gagal berangkat."

Christina juga berpesan kepada para pekerja migran agar menjaga profesionalisme dan nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri.

Ia menambahkan, "Indonesia bangga. Jadilah perawat profesional yang tidak hanya bekerja, tetapi juga membangun masa depan."

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juga tengah mendorong pendekatan extended global skill partnership melalui harmonisasi kurikulum pendidikan serta penguatan pembelajaran Bahasa Jerman sejak masa pendidikan.

Empat Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan dijadikan pilot project program tersebut.

Politeknik yang terlibat antara lain Politeknik Kesehatan Jakarta III, Bandung, Semarang, dan Medan.

Christina Aryani menyampaikan harapan, "Harapan kani, draf nota kesepahaman dapat disepakati dalam waktu dekat."

Penulis :
Ahmad Yusuf