
Pantau - Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan membentuk Batalyon Olahraga sebagai wadah pembinaan prajurit berprestasi di bidang olahraga dengan menggandeng pelatih profesional dari berbagai cabang.
Kolaborasi dengan Pelatih Profesional
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyatakan bahwa pembinaan atlet dalam Batalyon Olahraga akan dilakukan secara kolaboratif bersama pelatih profesional.
"Untuk pembinaannya tetap akan berkolaborasi dengan pelatih profesional dan termasuk semua kecabangan olahraga," ungkapnya.
Pembentukan Batalyon Olahraga ini berada di bawah Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Pusjaspermildas) TNI dan kini masih dalam proses validasi organisasi dan tugas.
"Untuk pembentukan Batalyon Olahraga berada di bawah Pusjaspermildas TNI, saat ini sedang dalam proses validasi organisasi dan tugas," ia mengungkapkan.
Prajurit yang akan masuk ke dalam batalyon ini adalah mereka yang memiliki latar belakang sebagai atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga.
Selain itu, Mabes TNI juga telah merekrut atlet-atlet sipil yang memiliki kemampuan unggul di bidang olahraga untuk dijadikan prajurit.
"Kebijakan dari Mabes TNI bahwa kita merekrut khusus, saya sudah merekrut khusus dari sipil yang punya kemampuan olahraga dijadikan militer. Sekarang, kita akan membuat nanti batalyon olahraga di bawah Pusjaspermildas," jelasnya.
Mereka yang telah direkrut antara lain adalah atlet voli yang kini bermain di Proliga dan pemain sepak bola dari Liga 1 dan Liga 2.
"Orang-orang tersebut nanti cikal bakal yang akan nanti ikut berlaga di SEA Games, dan kegiatan olahraga lainnya seperti Olimpiade dan sebagainya," imbuhnya.
Dorongan dari Prestasi di SEA Games 2025
Rencana pembentukan Batalyon Olahraga ini muncul sebagai bentuk tindak lanjut atas kontribusi besar prajurit TNI dalam ajang SEA Games Thailand 2025.
Dalam ajang tersebut, prajurit TNI berhasil menyumbangkan 19 medali emas, 16 perak, dan 17 perunggu untuk Indonesia.
Total perolehan medali Kontingen Garuda di SEA Games ke-33 adalah 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu.
Sebagai bentuk apresiasi, Mabes TNI memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada para prajurit yang meraih prestasi gemilang.
Salah satu penerima KPLB adalah Rizki Juniansyah, atlet angkat besi Indonesia, yang naik dua tingkat dari Letnan Dua menjadi Kapten.
Rizki tidak hanya mempersembahkan medali emas, tetapi juga memecahkan dua rekor dunia untuk nomor clean and jerk 205 kilogram dan total angkatan 365 kilogram.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa pemberian kenaikan dua pangkat ini adalah yang pertama kali dilakukan selama masa jabatannya.
"Selama saya menjabat, ya baru ini, karena ini kan unit baru. TNI sedang mengembangkan pembangunan unit-unit baru selain olahraga. Banyak juga unit baru yang saya kembangkan sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis yang sekarang sedang sangat dinamis berubah di dunia. Kita harus mengikuti," katanya.
- Penulis :
- Arian Mesa







