Forgot Password Register

Kisah Volunteer Penyandang Disabilitas yang Bangga Jadi Bagian APG 2018

Kisah Volunteer Penyandang Disabilitas yang Bangga Jadi Bagian APG 2018 Maria Theresia La Nina Gloriossa volunteer di Asian Para Games 2018. (Foto: Pantau.com/Wila Wildayanti)

Pantau.com - Ajang Asian Para Games 2018 yang berlangsung di Jakarta, 6-13 Oktober 2018 akan segera berakhir, keberhasilan pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia ini tidak lepas dari kerja keras para volunteer. Salah satunya volenteer penyandang disabilitas Maria Theresia La Nina Gloriossa yang ikut menjadi bagian dari tim relawan.

Untuk diketahui, Panitia Pelaksana Asian Para Games 2018 (INAPGOC) melibatkan sebanyak 1.100 tenaga volunteer untuk ikut terlibat dan dipercaya bertugas untuk menyukseskan Asian Para Games. Para relawan sendiri terdiri dari berbagai kalangan, dari mahasiswa, komunitas penyandang disabilitas, masyarakat umum, serta warga negara Asing.

Khusus volunteer penyandang disabilitas sudah ditetapkan disetiap venue dan dibagi seperti yang lainnya yaitu diberi tanggung jawab. Maria Theresia La Nina Gloriossa yang ikut terlibat jadi relawan dari awal berlangsungnya Asian Para Games memiliki pengalaman selama menjadi relawan.

Baca Juga: Kisah di Balik Remaja Tunanetra yang Menyanyikan Lagu 'Song of Victory'

Maria menjelaskan awal ceritanya dirinya menjadi volunteer Asian Para Games 2018 karena mendapatkan semangat dari salah satu adek sepupunya yang bernama Laura. Sebelumnya ia takut dan minder karena kondisinya, namun ia pun mencari tahu informasi secara mandiri lewat media sosial, yang akhirnya ia berani mendaftarkan diri untuk ikut terlibat dan memberikan kontribusi untuk negara.

"Awalnya dibantu dengan adik sepupu (Laura), ya lama-lama saya sendiri juga, dan belajar untuk bisa sendiri, awalnya saya nggak mau karena takut dan minder duluan. Tapi karena adik sepupu memberikan support, terus Orang Tua juga mendukung dengan mengatakan, ayo kamu bisa. Jadi saya juga mau cari pengalaman baru," ujar Maria kepada Pantau.com di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Volunteer berusia 20 tahun itu dengan terbata-bata mengatakan dirinya diberikan tanggung jawab menjaga bagian akreditasi. Selama bertugas, Maria tidak mengalami kesulitan sama sekali. Meski ia juga harus mengaku bahwa ia sedikit mengalami kesusahan saat harus memeriksa atlet ataupun pengunjung dari luar negeri, karena ia mengalami sedikit kesulitan untuk berbicara bahasa inggris.

Baca Juga: KISAH: Tekad Putri Aulia Buru Emas di Asian Para Games 2018 

"Ada sih kesulitannya. Saya kan belum bisa bahasa Inggris, cuma sedikit saja, nggak terlalu baguslah. Saya tidak ada kesulitannya, cuma di sini saya untuk menghafalkan kode-kodenya saja, ini di lobby A harusnya kodenya apa, dan saya bisa menghafal nggak ada kesulitan," tambahnya.

Sementara ketika ditanya mengenai kebanggan, perempuan lulusan SMA YPAC Jakarta ini mengaku bahwa dirinya bangga karena bisa terlibat langsung dengan event besar. Selama bertugas menjadi volunteer, Maria yang menyandang tunaganda itu juga mendapatkan perhatian dari keluarga yang ikut membantunya hingga ke venue.

"Kalau kebanggaan, bangga banget sih, senang banget. Dan buktikan bahwa saya juga bisa jadi volunteer, karena di sekolah sendiri tidak ada anak satupun yang bisa jadi volunteer dan saya baru lulus SMA, jadi saya buktikan kalau saya bisa gitu," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More