Forgot Password Register

Headlines

Kode Korupsi di Pasuruan: Campuran Semen, Apel, hingga Trio Kwek-kwek

Wali Kota Pasuruan Setiyono di KPK (Foto: Antara/Sigid Kurniawan) Wali Kota Pasuruan Setiyono di KPK (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyebutkan pemberian suap kepada Wali Kota Pasuruan periode 2016-2021 Setiyono menggunakan beberapa kata sandi. Kata rahasia yang digunakan mulai dari istilah 'ready mix', 'apel', hingga 'kanjengnya'. 

"Terindentifikasi penggunaan sejumlah sandi dalam kasus ini yaitu 'ready mix' atau 'campuran semen', 'apel' untuk fee proyek, dan 'kanjengnya' yang diduga berarti wali kota," kata Alex saat konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018).

Baca juga: KPK Tetapkan Walikota dan Tiga Lainnya Jadi Tersangka dalam OTT Pasuruan

Alex menambahkan, ada pula istilah 'Trio Kwek-Kwek' untuk sebutan terhadap tiga orang dekat Setiyono yang diduga berperan sebagai pihak perantara suap. Namun Alex tidak menjabarkan orang-orang yang termasuk pada 'trio Kwek-Kwek' tersebut. 

"Diduga proyek-proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan telah diatur oleh wali kota melalui tiga orang dekatnya yang menggunakan istilah 'Trio Kwek Kwek'," ucap Alex. 

Dalam kasus ini Setiyono diduga menerima suap dari pihak perwakilan perusahaan CV. M, Muhammad Basir. Ada kesepakatan komitmen fee rata-rata antara 5 sampai 7 persen untuk proyek bangunan dan proyek pengairan. Komitmen yang disepakati untuk  wali kota dari proyek PLUT UMKM ini adalah sebesar 10 persen dari nilai HPS yaitu sebesar Rp2.297.464.000, ditambah satu persen untuk pokja. 

Baca juga: Terkuak! Ini Dia Peran Setya Novanto dalam Kasus PLTU Riau-1

Alex menuturkan pemberian suap tersebut dilakukan secara sejak 24 Agustus 2018, Baqir mentransfer uang Rp20 juta yang merupakan 1 persen untuk pokja sebagai tanda jadi. 

Pada 4 September 2018, CV M ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp2.210.266.000. 

"Tanggal 7 September 2018, setelah ditetapkan sebagai pemenang MB setor tunai kepada wali kota melalui pihak-pihak perantaranya sebesar 5 persen atau kurang lebih sebesar Rp115 juta," tambah Alex. 

Kasus ini terungkap saat KPK melakukan operasi tangkap tangan di sejumlah tempat di Pasuruan, Jawa Timur pada Kamis, 4 Oktober 2018. Dalam operasi senyap tersebut KPK mengamankan tujuh orang, empat di antaranya dibawa ke Gedung KPK dan langsung dijadikan tersangka. 

Selain Setiyono dan Baqir, dua orang lainnya yang juga menjadi tersangka yakni Plh Kadis PU Pasuruan Dwi Fitri Nurcahyo (DFN) dan staf Kelurahan Purutrejo Wahyu Tri Hardianto (WTH). 


Share :
Komentar :

Terkait

Read More