Forgot Password Register

Majelis Hakim Absen, Sidang Pleidoi Tio Pakusadewo Ditunda 3 Minggu

Tio Pakusadewo jalani sidang pleidoi (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati) Tio Pakusadewo jalani sidang pleidoi (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Sidang pleidoi kasus penyalahgunaan narkotika yang menjerat aktor Tio Pakusadewo ditunda selama tiga minggu. Hal itu diungkapkan langsung oleh anggota hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/6/2018).

"Majelis Hakim berhalangan hadir hari ini karena anggota keluarganya ada yang meninggal. Sementara anggota hakim tidak bisa menggantikan posisi Majelis. Sehingga sidang harus tunda," ucap hakim. 

Keputusan itu langsung disambut dengan teriakan kecewa dari para pengunjung yang memenuhi ruang sidang Tio. Anggota hakim mengungkapkan sidang akan kembali dilaksanakan pada 28 Juni 2018.

Baca juga: Hadir di Persidangan, Aming Beri Dukungan untuk Tio Pakusadewo

Ditemui usai sidang, Tio Pakusadewo sendiri enggan mengomentari keputusan tersebut. Bintang film 'Surat Dari Praha' itu menyerahkan segala sikap hukum kepada pengacaranya. 

"Kalau itu no comment deh," kata Tio. 

Sementara itu pengacara Tio, Aris Marassabesy mengaku kecewa dengan keputusan hakim. Ia mengungkapkan bersama tim kuasa hukumnya telah menyiapkan 32 lembar pleidoi atau nota keberatan untuk membantah tuntutan Jaksa Penuntut Umum. 

Baca juga: Ini Alasan Tio Pakusadewo Tak Ajukan Eksepsi

"Poin utama pleidoi intinya satu, om Tio ini pecandu narkotika, korban narkotika. Itu sudah jelas dalam fakta persidangan. Jadi kita tidak sepakat dengan teman-teman jaksa, mereka menggunakan pasal yang menurut kami keliru," kata Aris.

Tio Pakusadewo dijerat Pasal 112 Ayat 1 sub. Pasal 127 Ayat 1 UU Narkotika yang membuatnya dijerat hukuman penjara selama enam tahun dan denda Rp800 juta. Aris menilai dalam memutuskan tuntutan tersebut jaksa tidak melihat fakta-fakta persidangan. 

"Bahkan setelah kami pelajari dengan teliti dalam tuntutan jaksa tidak mengambil secara utuh kesaksian-kesaksian dari para saksi dan ahli. Bahkan barang bukti juga tidak dijadikan pertimbangan," ucapnya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More