Pantau Flash
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Perairan Indonesia
PBNU Ikut Komentar Soal Kenaikan Cukai Rokok Berdampak ke Petani Tembakau
PKB Pastikan Beri Bantuan Hukum untuk Imam Nahrawi
Indonesia Hancurkan Kepulauan Mariana Utara 15-1
Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi, Imam Nahrawi: Mari Kita Buktikan!

Meski Digunakan untuk Kebutuhan Medis, Ini 5 Bahaya Ganja bagi Tubuh

Meski Digunakan untuk Kebutuhan Medis, Ini 5 Bahaya Ganja bagi Tubuh Ilustasi ganja. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Cannabis sativa atau yang dikenal sebagai tanaman ganja mengandung bahan aktif di antaranya tetrahydrocannabinol (THC) yang memabukkan dan membuatnya digolongkan sebagai obat psikotropika.

Banyak orang menggunakan ganja untuk membuat mereka merasa santai atau sangat bahagia (high). Ganja sering kali diisap seperti rokok pipa atau rokok lintingan. Selain itu, ada juga yang menggunakan ganja untuk campuran bahan makanan atau diseduh menjadi teh.

Beberapa daerah di Indonesia terkenal menggunakan sedikit ganja sebagai bumbu tambahan pada masakan tradisional mereka. Sementara itu, di sejumlah negara bagian di AS, ganja dilegalkan untuk kebutuhan medis.

Lalu, apa bahaya ganja? Dokter Kevin Adrian dari ALODOKTER dalam keterangan pers, Sabtu (27/7/2019), menjelaskan ganja dalam dosis berlebih berdampak buruk bagi tubuh.

Apa saja efeknya?

1. Paru-paru

Menurut beberapa penelitian, kandungan tar pada ganja hampir tiga kali lipat lebih tinggi dari tembakau. Selain itu, asap ganja juga diduga memiliki kandungan zat penyebab kanker 70 persen lebih banyak dari asap rokok tembakau.

Baca juga: Menyesal, Jefri Nichol Ungkap Alasan Gunakan Ganja

Oleh karena itu, risiko Anda terkena kanker paru-paru pun semakin tinggi, terutama jika pemakaian ganja dalam waktu lama, meski hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Jika Anda merokok dengan campuran ganja dan tembakau, risiko penyakit paru-paru akan lebih tinggi.

2. Otak

Terlalu lama menggunakan ganja dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan berpikir, kehilangan memori, dan menghambat fungsi otak.

Penelitian dengan memanfaatkan pemindaian MRI otak menunjukkan adanya perubahan struktur di bagian tertentu pada otak pengguna ganja dalam jangka panjang. Perubahan ini juga memengaruhi kinerja otak.

3. Kesehatan mental

Biasa mengisap ganja diduga memperburuk atau meningkatkan risiko kambuhnya gejala psikotik (psikosis) pada penderita skizofrenia. Selain itu, efek ganja juga bisa menimbulkan halusinasi (melihat hal-hal yang tidak benar-benar ada), delusi (percaya dan meyakini hal-hal yang tidak benar), rasa cemas, dan serangan panik.

Penggunaan ganja dalam jangka panjang juga memungkinkan seseorang untuk terkena gejala putus obat, yang meliputi insomnia, perubahan mood, dan penurunan nafsu makan.

Baca juga: Gara-gara Narkoba, Netizen Tolak Jefri Nichol Perankan Habibie

Risiko ketergantungan ganja juga bisa terjadi. Risiko terkena psikosis akan lebih tinggi jika Anda mulai menggunakan ganja di usia remaja, atau memiliki riwayat penyakit mental dalam keluarga.

4. Sistem peredaran darah

Beberapa saat setelah mengisap ganja, detak jantung Anda akan bertambah 20-50 denyut per menit. Efek ganja ini berlangsung sampai tiga jam. Bagi penderita penyakit jantung, detak jantung yang lebih cepat ini bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Selain itu, ganja juga dapat menyebabkan naiknya tekanan darah dalam jangka pendek, risiko perdarahan, dan membuat mata menjadi merah karena pembuluh darah diperlebar.

5. Sistem kekebalan tubuh

Ganja bisa membuat sistem kekebalan tubuh melemah. Penelitian juga menunjukkan adanya kaitan antara penggunaan ganja dengan meningkatknya risiko terkena penyakit yang dapat melemahkan kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS. Akibatnya, tubuh menjadi semakin sulit melawan infeksi.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Ragam

Berita Terkait: