Forgot Password Register

Headlines

Mulai Distribusikan Beras Saset, Buwas Kena 'Semprot' Soal Sampah Plastik

Mulai Distribusikan Beras Saset, Buwas Kena 'Semprot' Soal Sampah Plastik Dirut Bulog Budi Waseso (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Rencana penjualan beras saset oleh Perum Bulog rupanya tidak sepenuhnya di dukung oleh masyarakat. Beras yang dijual dengan harga Rp2.500 dan berat 200 gram ini dinilai akan menambah banyaknya sampah plastik.

Banyak warganet yang mengomentari postingan beras kemasan ini menilai, Bulog sebaiknya fokus pada pembenahan beras miskin (Raskin).

"Jangan dong Pak/Bu. Bisa nambah sampah sachet yg makin banyak. Kenapa harus bermental sachet? Padahal pembagian raskin dekat rumah jg sudah efektif kok dibagikan sekarung perbulannya," ujar akun sefiandita.

Ada juga akun atas nama juliusrajagukguk yang meminta agar pemerintah juga memikirkan kedepannya sampah plastik dari kemasan beras itu.

"Mohon agar sampah plastiknya dipikirkan, jangan nanti malah menjadi limbah plastik untuk generasi mendatang. Tolong dipikirkan untuk skema daur ulangnya, apakah plastiknya bisa dipakai kembali. Mengingat butuh ratusan tahun mengurai plastik tersebut," ujarnya.

 

Sebelumnya sebelum beras ini diluncurkan, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan beras renceng akan dijual dalam kemasan 250 gram dan 500 gram dengan harga termurah Rp2.000 per bungkus.

"Masyarakat paling bawah punya uang Rp2.000 saja sudah bisa beli beras, makan nasi, jadi tidak harus membeli per kilogram setidaknya harus punya uang Rp10 ribu," ungkapnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More