Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

Pendiri WikiLeaks Diusir dari Kedutaan Besar Ekuador di London

Pendiri WikiLeaks Diusir dari Kedutaan Besar Ekuador di London Pendiri WikiLeaks Julian Assange. (Foto: Reuters/Peter Nicholls)

Pantau.com - Pendiri Wikileaks Julian Assange akan diusir dari tempatnya berlindung selama ini di Kedutaan Besar Ekuador di London dalam hitungan jam atau hari.

Sebuah postingan di akun Twitter Wikileaks menyebutkan bahwa Ekuador sudah mencapai kesepakatan dengan Inggris terkait dengan penahanan Assange. Cuitan lainnya mengukuhkan bahwa pihak Wikileaks "telah menerima konfirmasi dari sumber tingkat tinggi kedua".

Sebelumnya laporan yang dibuat oleh suratkabar AS The New York Times menyebutkan Presiden Ekuador akan menyerahkan Assange, warga negara Australia, kepada AS dengan imbalan pengurangan utang.

Baca juga: Seperti Apa Rasanya Berada di Atas Kapal Perang Tercanggih Australia

Melansir dari ABC News, Jumat (5/4/2019), hingga kini belum bisa mengkonfirmasi laporan Wikileaks tersebut. Awal minggu ini, Presiden Ekuador Lenin Moreno mengatakan Assange "berkali-kali melanggar" aturan suaka selama tinggal di Kedubes mereka hampir tujuh tahun terakhir.

Presiden Moreno menyebut Assange tak berhak "meretas akun pribadi atau telepon" dan tak boleh campur-tangan masalah politik negara lain, khususnya negara yang memiliki hubungan baik dengan Ekuador.

Presiden Moreno melontarkan komentar ini setelah foto-foto pribadi dan keluarganya saat tinggal di Eropa beredar di media sosial beberapa tahun lalu. Meski tidak terang-terangan menuduh Assange yang membocorkan foto tersebut, namun Pemerintah Ekuador memperkirakan Wikileaks sebagai penyebarnya.

"Assange telah berkali-kali melanggar persetujuan yang kami capai dengannya dan tim hukumnya," kata Presiden Moreno kepada Radio Nasional Ekuador.

"Bukannya dia tidak boleh berbicara dan menyampaikan pendapatnya secara terbuka namun dia tak bisa berbohong ataupun meretas akun pribadi atau telepon orang lain," katanya.


Pendukung Julian Assange mulai mendatangi kedutaan Ekuador untuk unjuk rasa setelah mendengar dia akan diusir dari sana. (Foto: ABC News/Samantha Hawley)

Bagaimana nasib Assange selanjutnya?

Assange mencari perlindungan di Kedubes Ekuador di London tahun 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia. Pihak berwenang di sana ingin menyelidikinya dalam kasus tuduhan serangan seksual.

Penyelidikan itu belakangan dibatalkan, namun Assange tetap merasa khawatir akan diekstradisi ke AS untuk menghadapi tuduhan penyidik federal mengenai Wikileaks.

Menurut jurnalis pemenang Pulitzer dan pendiri website The Intercept Glenn Greenwald, Julian Assange yang merupakan pendiri Wikileaks masih akan ditahan segera setelah meninggalkan gedung Kedubes Ekuador.

Baca juga: Pernyataan Berbeda Pernah Dilontarkan Trump Soal Sosok Pendiri WikiLeaks

Menurut Greenwald, tuduhan kriminal yang dihadapi Assange saat ini sebenarnya sangat tidak signifikan. Perkaranya yaitu tidak hadir di persidangan dalam kasus ekstradisi ke Swedia. "Dia akan ditahan atas tuduhan tersebut," ujar Greenwald kepada ABC. "Dan pertanyaan berikutnya, apa yang akan dilakukan Pemerintah Inggris?"

"Mungkin mereka akan mengeluarkan tuduhan lebih serius, yang bisa membuat dia dipenjara sampai satu tahun,"" katanya.

"Tetapi pertanyaan bersarnya yaitu apakah pemerintah AS akan melanjutkan tuduhan kriminal terhadapnya dan memintanya diekstradisi ke sana," tambah Greenwald.

Tim Pantau
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: