Forgot Password Register

Headlines

Penipuan Berkedok Donasi Gempa Palu Terungkap, Pelakunya Seorang Petani yang Gagal Panen

Penipuan Berkedok Donasi Gempa Palu Terungkap, Pelakunya Seorang Petani yang Gagal Panen Ilustrasi Penangkapan (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Petugas Satuan Reskrim Polrestabes Makassar berhasil mengungkap modus penipuan berkedok sumbangan untuk korban gempa Palu dan Donggala. Modus penipuan ini adalah dengan membuka rekening donasi dan menyalahgunakan uang yang diberikan para dermawan.

"Patroli cyber mendapat banyak laporan modus melalui SMS meminta bantuan dana melalui rekening bagi keluarga korban ditimpa gempa di Palu dan Donggala Sulteng, lalu tim menelusuri hingga menangkap pelaku," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono saat jumpa pers kasus di Makassar, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Modal Foto Bareng Kapolri, Rahmad Nipu Orang Miliaran Rupiah

Polisi menyita alat yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya, seperti laptop, satu tablet, tujuh ponsel, 13 modem internet serta puluhan sim card provider yang diganti-ganti untuk menipu korbannya. Pengungkapan kasus ini berawal maraknya inforamasi tentang permintaan sumbangan, baik melalui pesan pendek (SMS) maupun situs abal-abal online dengan pesan "Tolong Bantu Keluarga Kami Korban Bencana Tsunami Donggala".

Pesan itu juga mengarahkan calon korban mentransfer dana melalui nomor rekening atas nama Ristianti beralamat di Palu dan Donggala, setelah dicek rekening tersebut aktif namun dananya sudah habis. Modus operandinya dengan menggunakan aplikasi SMS Caster atau pesan berantai secara acak dengan menyasar nomor-nomor ponsel yang masih aktif agar memudahkan menjalankan penipuannya. 

"Aplikasi ini ditujukan kepada banyaknya nomor handphone secara acak, menggunakan modem internet untuk menyebarkan lebih luas ke banyak orang," ujar Wirdhanto.

Baca juga: Sebagian Narapidana yang Kabur di Palu dan Donggala Telah Kembali

"Sementara ini kami masih dalami apakah ada orang lain serta bekerja sama dengan pihak lain sampai berani melakukan penipuan mengatasnakaman korban bencana di sana. Semua peralatan masih disita untuk pengembangan," tambahnya.

Pelaku diketahui bernama Laman Sure (41), yang merupakan warga Amparita, Kabupaten Sidrap, Sulsel. Laman yang juga berprofesi sebagai petani ini mengaku telah mengambil uang Rp10 juta dari donasi.

"Saya belajar sendiri melihat caranya di intenet, setelah bisa ada bencana di televisi saya liat lalu saya coba. Hasil dari uang itu saya belikan beras dan lainnya untuk hidup sehari-hari. Baru dua minggu saya coba cara seperti ini," katanya.

Saat ditanya kenapa tega mengambil keuntungan dari derita orang lain yang sedang dilanda kesusahan, ia menyatakan baru sadar setelah tertangkap petugas.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More