Pantau Flash
5 WNI Diculik Kelompok Bertopeng di Perairan Malaysia
Pantai Timur Australia Banjir Disertai Badai Petir
Tinggalkan Man United, Ashley Young Resmi Perkuat Inter Milan
Pemerintah Pastikan Omnibus Law Tidak Akan Berdampak Upah Minimum Berkurang
Indonesia Kirim Lima Wakil ke Semifinal Indonesia Master 2020

Perkembangan Industri Hulu Migas, SKK Migas Libatkan Generasi Muda

Perkembangan Industri Hulu Migas, SKK Migas Libatkan Generasi Muda SKK Migas Kalteng. (Foto: Antara)

Pantau.com - Industri hulu minyak dan gas bumi atau migas di Provinsi Kalimantan Tengah telah berlangsung pada sejumlah titik di blok Bangkanai, Kabupaten Barito Utara dengan produksi utama adalah gas yang dimanfaatkan untuk kelistrikan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).

"Terkait hal itu, kami bersama Ophir Indonesia berupaya melibatkan generasi muda dalam perkembangan industri hulu migas di wilayah Kalteng," kata Spesialis Dukungan Bisnis SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Damar Setyawan, Rabu (11/12/2019).

Pihaknya bekerja sama dengan perguruan tinggi, salah satunya Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar kuliah umum mengenal industri hulu migas dan kontribusi bagi energi nasional.

Baca juga: Pesan SKK Migas Soal Pemberitaan Eksplorasi dan Eksploitasi di Media

Tujuannya untuk memberikan pengetahuan serta informasi kepada generasi muda di Kalteng, mengenai perkembangan industri hulu atau kegiatan eksploitasi yang sedang berlangsung.

"Setelah ini kami harapkan para mahasiswa akan memiliki gambaran dan ide untuk melakukan berbagai inovasi, penelitian maupun studi lapangan sebagai upaya pengembangan kegiatan industri hulu migas," terangnya.

Lebih lanjut Damar menjelaskan perusahaan migas tidak mungkin diizinkan melakukan pemboran di luar titik kerjanya. Hanya saja untuk titik-titik pasti lokasi kegiatan, pihaknya tidak bisa membukanya kepada publik karena data-data tersebut sifatnya terbatas milik negara.

External Relations & Security Manager Ophir Indonesia (Bangkanai) Ltd Fajar Daely menjelaskan pihaknya ingin generasi muda di Kalteng mengetahui apa saja potensi sumber daya alam (SDA) yang daerahnya miliki.

Baca juga: SKK Migas Terbang ke Kandang Repsol di Spanyol Gaet Investasi

"Kami menginginkan para mahasiswa mengetahui, bahwa di Kalteng memiliki potensi SDA berupa migas. Sehingga mereka dapat mempersiapkan diri agar kedepannya, bisa terlibat dalam kegiatan industri hulu tersebut," jelasnya.

Menurutnya, seperti yang pernah disampaikan Jusuf Kalla (mantan Wakil Presiden RI) yakni pembangunan mengikuti energi. Biasanya dimana suatu lokasi terdapat migas, maka akan terjadi pembangunan. Kondisi itulah yang hendaknya bisa dimanfaatkan generasi muda kedepannya.

Fajar menjabarkan pihaknya memulai produksi sejak 2016 yang semuanya khusus untuk konsumsi dalam negeri yakni Perusahaan Listrik Negara atau PLN. Jika ditanya jangka waktunya sampai kapan, maka hingga 2033 mendatang, namun masih memiliki cadangan sehingga bisa lebih lama lagi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: