Pantau Flash
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka
Polri Klaim Situasi Papua Barat Kondusif
Kapolda: Kamtibmas Papua Sudah Kondusif dan Aman
Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Timur
Trump Serang Ford Karena Tak Mendukung Efisiensi Bahan Bakar

Polisi: Jawa Barat Basis Terbesar Jamaah Islamiyah

Headline
Polisi: Jawa Barat Basis Terbesar Jamaah Islamiyah Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) (Foto:Antara/Galih Pradipta)

Pantau.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) memiliki basis massa terbesar di Jawa Barat.

"Memang paling kuat di Jawa Barat. Pengaruhnya signifikan," kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Selanjutnya di Jawa Tengah dan di sebagian Jawa Timur disebut-sebut sebagai wilayah dengan basis massa kedua dan ketiga terbesar bagi JI.

Baca juga: Ciduk Ketua JI, Polisi: Dia Lulusan S1 Teknik dan Spesial Merakit Bom

"Kemudian di Sumatera. Kalimantan dan Sulawesi (pengikutnya) tidak banyak. Ada juga (pengikut) yang di Papua Barat," katanya.

Berbeda dengan organisasi teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD), JI enggan mengikuti pola JAD yang kerap melancarkan serangan teror, baik yang dilakukan oleh pelaku tunggal maupun secara kelompok. JI lebih memilih untuk menguatkan kondisi finansialnya serta memastikan struktur organisasinya diduduki oleh orang-orang berintelektual.

"Penguatan organisasi dulu. Pembenahan ekonomi. Kalau sudah kuat, maka dia akan melakukan (mendirikan negara) khilafah," ujarnya.

JI diketahui melakukan pendekatan ke berbagai lapisan masyarakat. JI menyebarkan pahamnya melalui pendekatan pengajian. Selain itu JI juga berusaha meraih simpati melalui pendekatan ke partai politik.

Baca juga: Densus 88 Amankan 34 Terduga Teroris Jaringan JAD di Kalteng

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap tersangka teroris Para Wijayanto di Kota Bekasi, Jawa Barat pada 29 Juni 2019.

Para diketahui menjadi amir atau pemimpin JI sebelum akhirnya ia ditangkap Densus. Dia buronan kelas kakap yang terlibat banyak kasus terorisme, mulai dari kasus bom Bali, kasus bom Natal, kasus bom Kedutaan Besar Australia dan sejumlah kasus teror lainnya.

"PW (Para Wijayanto) sudah ditetapkan DPO (daftar pencarian orang) dua kali. Tapi baru kali ini tertangkap," katanya. 

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Category
Nasional

Berita Terkait: