Pantau Flash
Jokowi Akan Undang Kapolri Senin Pekan Depan Tanya Kasus Novel
Menteri Tjahjo Ingin ASN Tetap Kerja 5 Hari dalam Seminggu
Basuki Akui Pembangunan Tol Kunciran-Serpong Sempat Terhenti 10 Tahun
Erick Thohir: Kasus Motor Harley Davidson Termasuk Kriminal
Polda Jabar Sebut Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi 15 Desember 2019

Polisi Tetapkan Tersangka Karhutla, 4 Hari Usai Jokowi Ancam Copot Jenderal

Headline
Polisi Tetapkan Tersangka Karhutla, 4 Hari Usai Jokowi Ancam Copot Jenderal Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo saat memberikan keterangan pers (Foto: Antara/Anggi Romadhoni)

Pantau.com - Perusahaan perkebunan sawit PT SSS ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Penetapan tersangka ini hanya berselang empat hari setelah Presiden Joko Widodo marah besar dan mengancam akan mencopot sejumlah jenderal yang tak bisa menangani kasus karhutla.

"Kami sudah tetapkan tersangka korporasi PT SSS, saya sebutkan inisial," kata Kapolda Riau Irjen Pol. Widodo Eko Prihastopo saat memberikan keterangan pers di salah satu lokasi bekas kebakaran di pinggiran Kota Pekanbaru, Jumat (9/8/2019).

Widodo mengatakan, penetapan tersangka kepada PT SSS, perusahaan perkebunan sawit yang berlokasi di Kabupaten Pelalawan, itu setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, kemudian menemukan cukup bukti.

Baca juga: Pemerintah Aceh Barat Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap Karhutla

Ia juga mengatakan bahwa Polri telah memintai keterangan saksi ahli untuk menguatkan PT SSS sebagai tersangka secara korporasi.

"Karena sudah cukup bukti, ditingkatkan ke penyidikan," ujarnya.

Luas lahan perusahaan yang terbakar, katanya, mencapai 150 hektare. Hasil penyidikan juga terungkap jika lahan konsesi terbakar akibat kelalaian pihak perusahaan.

Sejumlah direksi perusahaan mulai dari direktur utama hingga pimpinan perusahaan lainnya turut dimintai keterangan. Namun, Polda Riau belum menetapkan pihak perusahaan yang harus bertanggung jawab atas kelalaian itu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol. Gidion Arif Setiawan menuturkan, penyelidikan kebakaran yang terjadi di PT SSS sejak awal Februari 2019.

Gidion mengakui bahwa penyelidikan hingga peningkatan status ke tahap penyidikan perkara karhutla melibatkan korporasi tersebut membutuhkan waktu lama. Hal itu disebabkan polisi harus benar-benar memperhitungkan konstruksi hukum secara matang, termasuk mempelajari data hingga keterangan dari saksi ahli.

Baca juga: Gara-gara Karhutla, Jokowi Minder Datang ke Malaysia dan Singapura

Ia menjelaskan bahwa penetapan tersangka korporasi untuk yang pertama kalinya pada tahun ini berawal dari laporan adanya lahan konsesi yang terbakar di perusahaan tersebut.

Polda Riau selanjutnya melakukan pemeriksaan ke lapangan, termasuk mempelajari data yang terekam melalui citra satelit.

Selain itu, selama penyelidikan, Ditreskrimsus Polda Riau juga memintai keterangan dari perusahaan yang diwakili direktur utama berinisial EE dan direksi lainnya berinisial OH dan SG.

"Dari asesmen itulah kemudian didapat ternyata perusahaan lalai (hingga menyebabkan lahan konsesi terbakar)," ujarnya.

Temuan itu diperkuat dengan keterangan saksi ahli dari Institut Pertanian Bogor Prof. Bambang Hero.

Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla Riau mencatat lebih dari 4.700 hektare lahan di wilayah itu hangus terbakar sepanjang 2019. Akan tetapi, Kepala Seksi Peringatan dan Deteksi Dini Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Eva Famurianty menyatakan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat luas karhutla di Riau telah mencapai 27.635 hektare.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: