Pantau Flash
Menteri Jonan Pastikan 100 Persen Rumah Tersambung Listrik di Akhir 2020
Demo Besar Tuntut Pelaku Rasis di Tangkap, Sekolah di Sorong Diliburkan
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya

Pria Pengadu Domba TNI-Polri dan Fitnah 22 Mei HUT PKI Ditangkap

Pria Pengadu Domba TNI-Polri dan Fitnah 22 Mei HUT PKI Ditangkap Video provokatif Iwan (Foto: Tangkapan layar)

Pantau.com - Seorang pria bernama Iwan Adi Sucipto (49) ditangkap petugas Polres Cirebon karena membuat video provokatif mengadu domba TNI-Polri, serta fitnah tanggal 22 Mei merupakan HUT PKI.

"Anggota kami bersama tim Resmob Polda Jabar telah melakukan penangkapan terhadap seseorang yang telah membuat video dan memviralkan yang bermuatan ujaran kebencian dan provokatif," kata Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto, di Cirebon, Senin (13/5/2019).

Baca juga: Pria Pengancam Penggal Jokowi Ditangkap, BPN Sebut Ada Ketidakadilan

Suhermanto menyebutkan Iwan merupakan warga asli Cirebon. Pada saat ditangkap yang bersangkutan sedang berada di rumahnya.

"Pelaku kami amankan di rumahnya yang berada di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon," ujarnya.

Menurutnya, saat ini Iwan masih dimintai keterangan lebih lanjut untuk mengetahui motif membuat dan menyebarkan video provokatif itu. "Kami akan melakukan pemeriksaan secara insentif maksud dan tujuan membuat video itu dan memviralkannya," ujarnya.

Video yang viral tersebut, kata Suhermanto, diunggah pada Minggu, 12 Mei 2019, yang berisikan mengadu domba TNI dan Polri.

Baca juga: Polisi Pastikan Perekam Video Pengancam Jokowi Bukan Guru di Sukabumi

Selain itu, dalam video itu Iwan juga menyampaikan tanggal 22 Mei adalah HUT PKI. Padahal menurut Suhermanto, tidaklah benar.

Atas perbuatannya, kata Suhermanto, Iwan dijerat pasal 45 A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau pasal 14 dan/atau pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Tersangka terancam hukuman penjara enam tahun dan denda Rp500 juta," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: