Forgot Password Register

Pussy Riot, Band Punk Wanita Anti Putin yang 'Invasi' Laga Prancis vs Kroasia

Pussy Riot, Band Punk Wanita Anti Putin yang 'Invasi' Laga Prancis vs Kroasia Grup Band Punk Pussy Riot. (Foto: Facebook/PussyRiot)

Pantau.com - Sekelompok band yang beranggotakan wanita, Pussy Riot mengaku bertanggung jawab atas kasus penyusupan di lapangan dalam laga final Piala Dunia antara Prancis melawan Kroasia. 

"Saat ini, ada empat anggota Pussy Riot di lapangan," tulis grup tersebut di halaman Facebook-nya yang dikutip Pantau.com, Senin (16/7/2018).

Baca juga: Jelang Pertemuan dengan Trump, Putin Komentari Motto 'America First'

Kemudian seorang anggota band, Olga Kurachyova, mengatakan bahwa dia adalah salah satu dari mereka yang telah berlari ke lapangan. Dia mengatakan dia ditahan di kantor polisi Moskow.

Situs berita Rusia, Mediazona melaporkan bahwa tiga wanita dan satu pria melakukan protes tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Kelompok itu mengatakan invasi lapangan tersebut sebagai bentuk protes dengan tuntutan; Tahanan politik gratis; Jangan memasukkan orang ke penjara karena hanya karena media sosial; Hentikan penahanan ilegal di pertemuan politik; Izinkan persaingan politik di Rusia;  Jangan membuat kasus kriminal dan menahan orang tanpa alasan; 

Pussy Riot menjadi terkenal karena protes di katedral terbesar di Moskow pada 2012, di mana tiga peserta ditangkap dan dipenjarakan. Sejak itu, tiga wanita yang diadili telah berpisah, dengan dua di antaranya - Nadezhda Tolokonnikova dan Maria Alyokhina - masih tampil secara terpisah dengan menggunakan nama Pussy Riot.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More