Pantau Flash
BWF World Tour Finals 2019: Ginting Raih Runner-up
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka Minggu Pagi
Tekuk Chen Long, Anthony Ginting Tembus Final BWF World Tour Finals 2019
Industri Fintech Lending Diharapkan Makin Sehat Tahun Depan
Menteri Pendidikan Malaysia Apresiasi Langkah Nadiem yang Hapus UN

Raih Perak di ATC 2019, Sri Sugyanti Teteskan Air Mata

Raih Perak di ATC 2019, Sri Sugyanti Teteskan Air Mata Sri Sugiyanti bersama Ni'mal Magfiroh. (Foto: Pantau.com/Reza Saputra)

Pantau.com - Kontingen Indonesia kembali menambah perolehan medali di ajang Asian Track Championship (ATC) 2019. Kali ini kontingen tuan rumah berhasil merebut satu medali perak pada kategori paracycling klasifikasi B (tuna netra) untuk nomor individual persuit 3000 meter putri.

Adalah Sri Sugiyanti bersama pilot Ni'Mal Magfiroh berhasil meraih medali perak setelah mencatatkan waktu 4 menit 07,889 detik pada partai final yang berlangsung di Velodrome, Jakarta, Jumat 11 Januari 2019.

Keduanya terpaut 04,917 detik dari wakil Malaysia Nur Azlia Syafinaz Moh Zais bersama sang pilot Nurul Suhada Zainal yang berhak atas medali emas. Sedangkan medali perunggu menjadi milik Nur Syahida Tajudin dengan sang pilot Noraidillina Adilla J.Sam.

Meski mampu meraih medali perak, Sri justru merasa kecewa dengan hasil yang didapat. Bahkan, ia tak kuasa menahan tangis selepas pertandingan.

Baca Juga: Sejarah Tercipta, Indonesia Raih Emas Kategori Junior di ATC 2019

Pasalnya, Sri mengatakan catatan yang didapat justru lebih buruk dibandingkan dengan pencapaian di Asian Para Games 2018 silam. Dimana saat itu dia mampu mencatatkan waktu 4 menit 02,205 detik.

Sri mengungkapkan, kegagalannya untuk memperbaiki catatan waktu dikarenakan persiapannya yang sangat kurang. Pebalap 24 tahun tersebut mengatakan hanya memiliki persiapan selama 3 minggu untuk tampil di ATC 2019.

Belum lagi, Sri menambahkan, persiapan tersebut masih terpotong waktu liburan akhir tahun. Akibatnya, dia mengaku masih mendapati beberapa kekuarangan saat pertandingan. Termasuk untuk menyelaraskan putaran kaki dengan Magfiroh yang menjadi pilotnya. "Hasilnya masih jauh dari rasa bangga. Pokoknya ini menjadi tantangan untuk bisa seperti (atlet) Malaysia," kata Sri selepas pertandingan.

Baca Juga: Fadli Bidik Slot untuk Paralimpiade 2020 Tokyo

"Mungkin kalau kemarin saya liburan tetap latihan mungkin tidak terlalu berat mengejarnya. Jadi harus rutin latihannya, karena kemarin ke pending liburan jadi cukup berat menyingkronkan putaran dengan pilot," lanjut Sri.

"Jadi saya harus latihan lebih rutin lagi. Pokoknya belajar semuanya karena saya keterbatasan di visual jadi harus belajar lebih lagi. Standing itu kaya gimana, menyamakan putaran itu kaya gimana, karena saya tidak bisa melihat, hanya bisa merasakan," terangnya.

Sebelumnya, Sri mampu meraih medali perunggu bagi kontingen Indonesia di ATC 2019. Dia berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk nomor sprint putri. Selanjutnya, Sri akan kembali tampil untuk nomor 1000 meter time trial putri. Pertandingan akan berlangsung di Velodrome, Jakarta, Sabtu 12 Januari 2019. 

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Reza Saputra
Category
Olahraga

Berita Terkait: