Pantau Flash
Gibran ke DPD PDIP 12 Desember Mendatang Bawa Pasukan 302 Orang
Bahas Petrokimia, Pimpinan Pertamina Temui Jokowi di Istana Negara
Rusia Dilarang Ikut Olimpiade Buntut Skandal Doping
Kemenhub Klaim Tol Jakarta-Cikampek Jadi Lintasan Favorit Selama Mudik
Catat! Siswa Magang Berhak Dapat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Ronaldo: Menjadi Terkenal Itu Membosankan

Ronaldo: Menjadi Terkenal Itu Membosankan Cristiano Ronaldo. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, mengaku popularitas dan ketenaran telah membuat hidupnya membosankan dan ia ingin kembali bebas. Pemain berusia 34 tahun tersebut adalah salah satu wajah paling dikenal di planet ini.

Ronaldo bisa dikatakan sebagai pemain terhebat atau salah satu yang terbaik dalam sejarah sepakbola setelah menghabiskan sebagian besar kariernya meraih banyak trofi dan mencatatkan rekor-rekor individu.

Selain meraih gelar domestik dengan Manchester United, Real Madrid dan Juve, Ronaldo telah membawa Portugal menjuarai Piala Eropa dan menyabet lima penghargaan Ballons d'Or. Tidak hanya menjadi seorang pemenang di lapangan, pemain kelahiran Madeira ini adalah salah satu tokoh paling populer di media sosial.

Baca juga: Ketika Air Mata Cristiano Ronaldo Mengucur Deras

Namun, ketenaran yang datang bersama kesuksesan sepertinya mulai terlalu berat bagi sang megabintang, yang bahkan tidak bisa membawa anak-anaknya bermain ke taman karena takut dikerumuni oleh para penggemarnya.

"Menjadi saya itu membosankan. Memang menyenangkan menjadi terkenal, masuk halaman pertama surat kabar dan TV. Namun, setelah 15 tahun, setelah sekian lama, saya ingin mempunyai privasi," tutur Ronaldo seperti dikutip dari Goal.

"Dalam 10 tahun terakhir, privasi saya telah hilang. Saya belum pernah pergi ke taman bersama anak-anak saya. Bila saya pergi, orang-orang muncul dan anak-anak saya gugup, pasangan saya gugup, saya menjadi gugup," tambahnya.

Baca juga: Selain Jago Mengolah Bola, 5 Pesepakbola Ini Juga Bersuara Emas

"Ketika saya di depan umum, saya tidak bisa menjadi diri sendiri. Itu membosankan. Saya ingin kembali bebas."

Kendati demikian, mantan pemain Manchester United itu merasa hausnya untuk meraih kesuksesan lebih besar dibandingkan hasratnya mendapatkan kedamaian dan ketenangan.

"Obsesi saya untuk menang, untuk sukses. Saya bekerja untuk itu. Bakat saja tidak cukup. Saya terobsesi untuk menang dan sukses. Saya tidak mengejar rekor, rekor yang mengejar saya," tukasnya.



Tim Pantau
Sumber Berita
Goal.com
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Olahraga

Berita Terkait: