Forgot Password Register

Headlines

Secuil Cerita dari Gang Venus, Kawasan Tanpa Matahari di Jakarta

Suasana Gang Venus (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi) Suasana Gang Venus (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - "Kampung planet, begitu orang-orang bilangnya," ujar Didi, Ketua RW 03 Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, saat Pantau.com menyambangi rumahnya, Selasa (17/4/2018). 

Di rumah bercat hijau, dengan aroma harum khas cat yang baru dioles ke dinding itulah Didi, yang mengaku telah lima tahun menjabat sebagai Ketua RW, ditemui Pantau.com yang ingin mencari tahu tentang Gang Venus, kawasan di Jakarta yang tanpa sinar matahari sepanjang harinya.

Tak banyak yang bisa dikulik dari pernyataan Didi. Bukan tak ingin menceritakan lebih detail, namun Didi mengaku telah terlanjur berjanji kepada warganya untuk tidak mengizinkan pencari berita meliput berbagai kegiatan di sana.

"Yah, enggak jarang wartawan yang ke RT malah dilempar ke saya, terus saya enggak bisa jawab, akhirnya kebanyakan wartawan memilih untuk pulang tanpa hasil," kata Didi.

Memang sebelum singgah di rumahnya, Pantau.com sempat bertemu dengan istri Ketua RT 15, Mae namanya. Sama seperti yang dilakukan Didi, Mae juga enggan memberitahu perihal data-data warga yang ia naungi.

"Maaf bukannya enggak mau, tapi warga di sini sudah kompak, buat enggak lagi ngasih kesempatan wartawan, maaf banget," tutur Mae dengan sorot mata syahdunya.

Salah satu sudut Gang Venus (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Meski begitu, berdasarkan penuturan Mae dan Didi yang berhasil disimpulkan, para warga mengaku kecewa dengan salah satu media cetak yang memberitakan tempat itu dengan pemberitaan miring.

"Salah satu koran cetak, saya lupa namanya, bikin cerita, kalau kampung ini dianggap tidak pernah mematikan lampu, dan dianggap sebagai kampung kumuh dan tak terurus," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, dan dilakukan dengan berbisik.

Akhirnya Pantau.com pun mulai menyadari arti tatapan tak bersahabat beberapa warga sejak awal. Sikap alergi warga sekitar terhadap wartawan semakin menjadi saat Pantau.com menenteng kamera yang cukup mencolok di kampung itu.


Selanjutnya: Tak Bisa Tidur Tiap Malam

Share :
Komentar :
Suci

Kenapa tidak dicoba atapnya di ganti atap plastik /kaca tembus pandang?? Supaya cahaya sinar matahari bisa masuk dalam rumah

ryzkimuhamad@gmail.com

Persoalan kota jakarta adalah tata bangunan yang terlalu berhimpit dan tidak diberi celah, dan apabila ruangan terlalu panas mungkin bisa diakali dengan tembok yang tinggi karena ruangan yang tinggi itu bisa membuat suasana adem

parwanto

ya mau gmna? pake lampu aja, biar pendapatan PLN meningkat, "gitu aja ko' repot", hehehe

Terkait

Read More