Pantau Flash
KPK Panggil Sekjen DPR RI Jadi Saksi Kasus Impor Bawang Putih
LAPAN Bangun Bandar Antariksa di Biak Tahun 2020 Mendatang
25 Kelurahan di DKI Jakarta Masuk Kategori Rawan Banjir
Aceh Juga Diguncang Gempa Magnitudo 5,1
Gempa M 5,9 Kembali Guncang Maluku Utara

Soal Keberlangsungan Bisnis Sektor Energi, Jonan: Ini Maunya ke Mana?

Headline
Soal Keberlangsungan Bisnis Sektor Energi, Jonan: Ini Maunya ke Mana? Menteri ESDM Ignasiun Jonan (Foto: Kementerian ESDM)

Pantau.com - Situasi tatanan global yang mengalami pergeseran secara cepat membawa dampak bagi keberlanjutan bisnis industri dan pengembangan kompetensi di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).  

Jelas kelangsungan bisnis di bidang ESDM harus segera diantisipasi. Menteri ESDM Ignasius Jonan menilai sektor energi dan mineral tetap kompetitif dan bisa bersaing di masa mendatang.

"Sektor yang kita kerjakan saat ini harus merivitalisasi dirinya dengan luar biasa. Ini maunya kemana? Harus relevan dengan perkembangan zaman karena jika tidak lama-lama relevansinya lebih kecil," kata Jonan saat memberikan opening speech pada acara Indonesia Human Resources (HR) Summit 2019 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Rabu (18 September 2019).

Baca juga: Diprotes Soal Pembangunan Tenaga Uap dari Batubara, Ini Jawaban Jonan

Jonan mengungkapkan, perubahan secara cepat nampak terjadi pada 5-10 tahun belakangan pada cara kerja.

"Berubahnya bukan pada paradigma, tapi industri. Berubah bukan hanya cara kerja tapi kerjanya sendiri berubah. Apa yang dilihat dulu itu sangat valueable, sekarang lama-lama makin hilang," tuturnya.

Salah satu cara efektif dalam menghadapi tantangan global adalah kesiapan sumber daya manusia. 

"Semua pengelola HR harus menyadarkan semua orang yang bekerja di sektor yang diurusin tentang kompetensi. Soalnya sering kali lupa," kata Jonan. \

Baca juga: Soal Revisi UU Minerba, Jonan: Pernyataan Pemerintah Bisa Pengaruhi Harga

Bila ini tidak dijalankan dengan baik, maka akan berpengaruh pada tingkat profesionalitas dalam sebuah pekerjaan.

"Kalau tidak dijalankan kemampuan HR mainnya shorcut, seperti lobi politik. Padahal ini ranah profesionalisme. Setiap lobi politik pada ranah profesionalisme itu adalah orang yang sangat egois," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: