Forgot Password Register

Terlibat Kasus Suap, Uruguay Tolak Permintaan Izin Tinggal Eks Presiden Peru

Terlibat Kasus Suap, Uruguay Tolak Permintaan Izin Tinggal Eks Presiden Peru Mantan Presiden Peru Alan Garcia. (Foto: Reuters/Mariana Bazo)

Pantau.com - Presiden Uruguay Tabare Vazquez mengumumkan telah menolak permintaan suaka mantan Presiden Peru Alan Garcia, yang kini berada di bawah penyelidikan di negara asalnya atas dugaan menerima suap terkait skandal korupsi Odebrecht pada Senin (3 Desember 2018) di Montevideo.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Peru mengatakan Alan Garcia (69) telah meninggalkan Kedutaan Besar Uruguay di Lima setelah berada di sana selama dua minggu.

"Kami tidak mengabulkan permintaan suaka karena di Peru tiga pilar pemerintahanya berjalan secara independen dan mandiri, terutama pengadilannya," kata Vasquez kepada para wartawan.

Baca juga: Kacau! Terlibat Kasus Suap, Eks Presiden Peru Ngadu ke Uruguay Minta Izin Tinggal

Garcia mengajukan permohonan suaka di Kedubes Uruguay, tidak lama setelah hakim pengadilan pada bulan November mengeluarkan larangan baginya meninggalkan Peru untuk 18 bulan selama Garcia berada di bawah penyelidikan. Ia diduga menerima suap pada proyek pembangunan kereta listrik di Lima oleh perusahaan Brazil, Odebrecht.

Garcia yang menjabat sebagai presiden Peru dari 1985-1990 serta 2006-2011, tetap menyatakan tidak bersalah. Menurutnya, ia adalah korban dari penganiayaan politik. Presiden Peru Martin Vizarra mengatakan menyambut baik keputusan Uruguay tersebut.

"Di Peru, tidak ada satu orang pun yang tidak tersentuh. Demokrasi kami menjamin pemisahan kekuasaan serta perlakuan sama di mata hukum," kata Vizcarra dalam akun Twitter.

Setelah keputusan Uruguay itu diumumkan, Garcia kembali ke salah satu kediamannya di sebuah kompleks perumahan di Lima. Dalam setahun, ia lebih banyak tinggal di Spanyol.

Baca juga: Meksiko Berikan Tawaran Unik pada Imigran Caravan yang Ingin Menuju AS

"Tidak ada bukti yang menghubungkan saya dengan kejahatan apa pun bahkan dengan Odebrecht atau proyek apa pun yang dimiliki perusahaan tersebut," kata Garcia dalam pernyataan. Ia mengatakan dirinya akan tetap berada di kediamannya di Peru dan akan bekerja sama dengan pihak berwenang.

Jaksa dalam kasus itu, Jose Perez, juga menuduh Garcia menerima uang senilai USD $100.000 atau sekitar Rp1,4 miliar atas kehadirannya di sebuah konferensi di Brazil. Sang jaksa mengatakan uang tersebut kemungkinan datang dari dana Odebrecht yang digunakan untuk melakukan penyuapan di beberapa negara Amerika Latin.

Skandal korupsi Odebrecht telah melibatkan puluhan pejabat tinggi di berbagai negara Amerika Latin. Mereka dituduh menerima suap sebagai imbalan atas persetujuan kontrak-kontrak pekerjaan umum.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More