Forgot Password Register

Trump Bantah Berita Perselisihan dengan Para Penasihatnya

Trump Bantah Berita Perselisihan dengan Para Penasihatnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada membantah telah terjadi gesekan di dalam para penasihat kebijakan luar negerinya mengenai Iran. Trump secara khusus memberikan pernyataan mendukung penasehat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Baca juga: Trump Nyatakan Amerika Serikat Tidak Ingin Perang dengan Iran

Trump menyatakan kekesalannya atas berbagai laporan di media yang menyebutkan dia meradang terhadap para penasihatnya dan secara pribadi menyatakan keprihatinan bahwa mereka berusaha mengarahkannya untuk berperang melawan Iran.

Para pejabat AS mengatakan pada Kamis 16 Mei 2019, bahwa Trump telah memberitahu para penasihatnya, termasuk penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan, bahwa dia tidak ingin terlibat dalam perang melawan Iran.

"(Media berita) menyiarkan pesan-pesan bahwa saya marah kepada orang-orang saya. Saya membuat keputusan-keputusan saya sendiri," ujar Trump di satu acara di Washington. 

"Mike Pompeo melakukan tugas yang baik. Bolton melakukan tugas yang baik," sambungnya.

Selama kampanye kepresidenan tahun 2016, Trump berjanji tidak ingin terlibat dalam konflik di luar negeri setelah perang-perang di luar negeri seperti di Afghanistan dan Irak dianggapnya mahal.

Tetapi dia juga telah menyatakan akan melakukan apa saja untuk melindungi kepentingan AS di luar negeri. Pengerahan sebuah kapal induk yang membawa pesawat-pesawat tempur baru-baru ini ke Teluk telah menaikkan ketegangan di kawasan itu dan menaikkan ketakutan akan terjadi konflik bersenjata.

Baca juga: Akhir Juni, Trump Akan Temui Moon Jae-in Terkait Denuklirisasi Korut

Trump telah menyetujui sanksi-sanksi terhadap Teheran yang bertujuan untuk melumpuhkan ekonomi Iran dan memaksa para pemimpin Iran berunding. AS menginginkan Iran meninggalkan program peluru kendali balistik dan nuklirnya dan menghentikan aktivitas-aktivitas lain yang diyakini membuat Timur Tengah tak stabil.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More