Pantau Flash
Tolak Pinangan Barca dan PSG, De Ligt: Saya Mengagumi Juventus
Hingga Akhir 2019, Blok Masela Bisa Dongkrak Cadangan Migas 300 Persen
Pompeo: China Bertanggung Jawab Atas Noda Abadi Abad Ini!
Novri Setiawan Dihukum 2 Laga, Persija Didenda Rp75 Juta
Komedian Nunung Ditangkap Polisi karena Narkoba, Tes Urinenya Positif

Akhir Juni, Trump Akan Temui Moon Jae-in Terkait Denuklirisasi Korut

Akhir Juni, Trump Akan Temui Moon Jae-in Terkait Denuklirisasi Korut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Korea Selatan sebagai bagian dari perjalannya ke wilayah itu yang dijadwalkan pada akhir Juni untuk KTT G20 di Jepang, demikian pernyataan Gedung Putih pada Rabu, 15 Mei 2019.

Sebagai informasi, pertemuan puncak G20 akan berlangsung pada 28-29 Juni di Osaka, Jepang.

Melansir Reuters, Jumat (17/5/2019), kedua pemimpin negara akan terus berkoordinasi dalam upaya mencapai akhir dari verifikasi terkait denuklirisasi Korea Utara, kata pernyataan itu.

Selain itu, keduanya juga disebutkan akan membahas upaya-upaya untuk memperkuat aliansi Amerika Serikat-Korea Selatan.

Baca juga: Korea Utara Tembakkan Rudal Jarak Dekat ke Laut Timur

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara meningkat kembali sejak KTT kedua antara Trump dan Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam, pada Februari lalu, gagal mencapai kesepakatan.

Korea Utara telah menguji dua rudal jarak pendek dan menembakkan serangkaian proyektil dalam beberapa pekan terakhir ini. Uji coba itu merupakan rudal pertama yang diluncurkan oleh Pyongyang sejak uji coba rudal balistik antarbenua pada November 2017.

Pemimpin Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan bahwa peluncuran rudal itu mungkin adalah bentuk protes terhadap Amerika Serikat setelah KTT kedua pemimpin negara itu gagal.

Baca juga: Presiden Korsel: Kim Luncurkan Rudal karena Tak Puas KTT dengan Trump

Dalam sebuah wawancara dengan Politico, Trump menyebutkan peluncuran rudal itu sebagai 'hal yang sangat standar' dan mengatakan ia tidak mengganggap itu sebagai 'pelanggaran kepercayaan'.

Washington telah memberlakukan sejumlah sanksi untuk Korea Utara, sebagai upaya Pyongyang untuk menyerah pada program nuklirnya.

Pekan lalu, Washington mengumumkan bahwa mereka telah menyita kapal kargo milik Korea Utara yang dituduh melakukan pengiriman batu bara yang disebut melanggar sanksi Amerika dan PBB.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: