Forgot Password Register

Trump Nyatakan Amerika Serikat Tidak Ingin Perang dengan Iran

Trump Nyatakan Amerika Serikat Tidak Ingin Perang dengan Iran Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para penasihatnya bahwa dirinya tidak ingin Amerika Serikat terlibat dalam perang dengan Iran, demikian pernyataan tiga pejabat AS pada Kamis, 16 Mei 2019.

"Ia tidak mau pergi berperang," kata seorang pejabat dalam pembicaraan mengenai kondisi anonimitas.

Trump telah berkomunikasi dengan tim keamanan nasionalnya dan para pembantu lainnya yang ingin menjaga ketegangan dengan Teheren, di mana saat ini hubungan antar kedua negara meningkat dalam konflik bersenjata.

Baca juga: Pesan Trump untuk Iran: Jangan Main-main dengan Kepentingan AS

Namun, Trump menegaskan bahwa dirinya akan melindungi kepentingan AS di wilayah tersebut. Intelijen AS menyebutkan meningkatnya kegiatan Iran dianggap sebagai ancaman untuk Amerika Serikat yang disebutkan menjadi target di wilayah tersebut.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia berharap Amerika Serikat tidak berperang dengan Iran saat ia bertemu dengan Presiden Swiss Ueli Maurer, di mana negara itu sebagai penghubung antara AS dan Iran karena mereka tidak memiliki hubungan diplomatik.

"Harapannya tidak," kata Trump ketika ditanya oleh wartawan jika Washington akan berperang dengan Teheran, seperti dikutip Reuters, Sabtu (18/5/2019).

Ketegangan antar Washington dan Teheran meningkat dalam beberapa hari terakhir. Awal pekan ini, Amerika Serikat menarik beberapa staf diplomatik dari Kedubes di Baghdad, menyusul dengan serangan pada empat tanker minyak di Teluk Arab.

Baca juga: Menhan AS Siapkan 120 Ribu Tentara ke Timur Tengah untuk Habisi Iran

"Presiden telah jelas, Amerika Serikat tidak mencari konflik dengan militer Iran, dan ia terbuka untuk berbicara dengan kepemimpinan Iran. Namun, opsi default Iran untuk 40 tahun telah menjadi kekerasan, dan kami akan melindungi personil dan kepentingan AS di wilayah itu, "kata Garrett Marquis, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

Sebuah pernyataan Gedung Putih mengatakan kedua pemimpin membahas berbagai isu internasional, termasuk krisis di Timur Tengah dan di Venezuela.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More