
Pantau - Penyelidikan militer awal menyebut serangan rudal Tomahawk milik Amerika Serikat menjadi penyebab serangan di sebuah sekolah dasar di Iran yang menewaskan lebih dari 160 orang, sebagian besar di antaranya adalah siswa.
Laporan tersebut diungkapkan oleh The New York Times yang mengutip sejumlah pejabat yang mendapat pengarahan terkait penyelidikan militer yang masih berlangsung.
Para pejabat menyebut perwira di Komando Pusat Amerika Serikat (Central Command atau CENTCOM) menentukan koordinat serangan menggunakan data intelijen yang sudah usang dari Defense Intelligence Agency (DIA).
Kesalahan penggunaan informasi intelijen tersebut diduga menyebabkan kekeliruan dalam penentuan target serangan.
Pejabat yang dikutip dalam laporan tersebut menyatakan sejumlah pertanyaan penting masih belum terjawab.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah alasan mengapa informasi intelijen yang sudah usang itu tidak diperiksa ulang sebelum serangan diluncurkan.
Serangan terjadi pada 28 Februari 2026 di Sekolah Dasar Shajarah Tayyebeh di Minab ketika militer Amerika Serikat sedang melancarkan operasi yang menargetkan pangkalan militer Iran di dekat lokasi tersebut.
Kalangan analis menilai insiden tersebut dapat tercatat sebagai salah satu kesalahan militer paling destruktif dalam beberapa dekade terakhir.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menolak tudingan bahwa negaranya bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah tersebut.
Ia mengatakan kepada wartawan, "Berdasarkan apa yang saya lihat, itu dilakukan oleh Iran."
Trump juga menyatakan, "Rudal Tomahawk dijual dan digunakan oleh negara-negara lain."
Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, "Seperti yang diakui The New York Times dalam laporannya sendiri, penyelidikan saat ini masih berlangsung."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







