
Pantau - Komando Pusat Amerika Serikat melaporkan telah menghancurkan 16 kapal penyebar ranjau milik Iran di sekitar Selat Hormuz pada 10 Maret 2026.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial X, Komando Pusat AS menyebutkan bahwa operasi militer tersebut menargetkan sejumlah kapal Angkatan Laut Iran yang berada di kawasan perairan strategis tersebut.
Pihak Komando Pusat AS menyatakan, "Pasukan AS menghancurkan sejumlah kapal Angkatan Laut Iran pada 10 Maret, termasuk 16 kapal penyebar ranjau di dekat Selat Hormuz."
Video yang menyertai unggahan tersebut menunjukkan amunisi menghantam sembilan kapal yang sebagian besar terlihat sedang berlabuh saat serangan berlangsung.
Belum diketahui secara pasti apakah Iran telah menempatkan ranjau laut di kawasan tersebut sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Sementara itu, Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran Alireza Tangsiri menyatakan negaranya siap menggunakan rudal dan kapal selam untuk menghentikan pergerakan armada AS dan sekutunya yang melintasi Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial yang juga membantah klaim sebelumnya dari pihak Amerika Serikat mengenai pengawalan kapal tanker minyak di jalur perairan tersebut.
Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan atau United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) menilai gangguan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap perdagangan global.
Dalam laporan analisisnya, UNCTAD menyebut eskalasi militer di kawasan tersebut telah memengaruhi arus pengiriman melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan energi dunia.
Selat Hormuz diketahui menjadi jalur strategis yang dilalui sekitar seperempat perdagangan minyak global melalui jalur laut.
Selain minyak, jalur tersebut juga menjadi rute pengiriman utama bagi gas alam cair serta sejumlah komoditas penting seperti pupuk.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







