Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Iran Sebut Pengakuan Hak Iran Jadi Kunci Akhiri Konflik Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Presiden Iran Sebut Pengakuan Hak Iran Jadi Kunci Akhiri Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber : Arsip foto - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato saat Debat Umum sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, (24/9/2025). ANTARA/Xinhua/Li Rui/aa..)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah adalah dengan mengakui hak-hak Iran, membayar ganti rugi, serta memberikan jaminan internasional agar agresi tidak kembali terjadi.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian pada Rabu 11 Maret melalui media sosial X.

Pezeshkian menyampaikan bahwa ia telah berbicara dengan pemimpin Rusia dan Pakistan mengenai upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

"Saat berbicara dengan pemimpin Rusia dan Pakistan, saya menegaskan kembali komitmen Iran terhadap perdamaian di kawasan ini," kata Masoud Pezeshkian.

Ia juga menegaskan bahwa konflik tersebut dipicu oleh tindakan rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat.

"Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini—yang dipicu oleh rezim Zionis dan AS—adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran ganti rugi, dan jaminan internasional yang tegas terhadap kemungkinan agresi di masa depan," ujarnya.

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di dalam wilayah Iran, termasuk di ibu kota Teheran.

Serangan tersebut menimbulkan berbagai kerusakan serta menyebabkan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil.

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta ke fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti