Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Peringatkan Dampak Besar Perang Timur Tengah, Muncul Hujan Hitam Beracun dan Lonjakan Pengungsi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB Peringatkan Dampak Besar Perang Timur Tengah, Muncul Hujan Hitam Beracun dan Lonjakan Pengungsi
Foto: (Sumber : Asap membubung setelah serangan udara Israel di Teheran, Iran, pada 7 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati..)

Pantau - Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa sepuluh hari perang di Timur Tengah telah mengacaukan kehidupan masyarakat di kawasan tersebut dan wilayah sekitarnya.

Konflik tersebut menimbulkan dampak luas, termasuk munculnya fenomena hujan hitam beracun akibat serangan terhadap depot minyak serta gangguan pada rantai pasokan bantuan kemanusiaan.

Peringatan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jenewa oleh juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB Ravina Shamdasani.

Ravina Shamdasani menyampaikan kekhawatiran mengenai dampak kesehatan dan lingkungan akibat serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap depot minyak di Iran.

Ia menyatakan bahwa polutan beracun menyebar di udara setelah serangan tersebut.

"Kondisi ini memunculkan pertanyaan-pertanyaan serius mengenai apakah kewajiban proporsionalitas dan prinsip kehati-hatian sesuai hukum kemanusiaan internasional telah dipenuhi," kata Ravina Shamdasani.

Ia juga menekankan bahwa lokasi-lokasi yang terkena serangan "tampaknya tidak digunakan secara eksklusif untuk keperluan militer".

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia Christian Lindmeier memperingatkan bahwa hujan hitam dan hujan asam yang terjadi di Teheran setelah serangan merupakan ancaman nyata bagi masyarakat Iran.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta otoritas terkait, dan otoritas Iran telah mengeluarkan peringatan yang menyarankan warga untuk tetap berada di dalam rumah, terutama mengingat adanya serangan terhadap gudang-gudang minyak," ujar Christian Lindmeier.

Lindmeier juga menyebut laporan mengenai serangan terhadap infrastruktur minyak di Bahrain dan Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran polusi yang lebih luas di kawasan tersebut.

Perwakilan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi di Lebanon Karolina Lindholm Billing menyatakan bahwa lebih dari 100.000 orang telah mengungsi akibat serangan Israel dan perintah evakuasi dalam 24 jam terakhir.

Total warga yang mengungsi akibat konflik tersebut kini mencapai hampir 700.000 orang.

"Kami melihat deretan mobil di sepanjang jalan dengan orang-orang yang tidur di dalamnya," kata Karolina Lindholm Billing.

Banyak warga melarikan diri dengan tergesa-gesa tanpa membawa banyak barang.

Para pengungsi mencari perlindungan di Beirut, wilayah Gunung Lebanon, Lebanon utara, serta sebagian wilayah Bekaa.

Direktur Layanan Analisis Pangan dan Gizi Program Pangan Dunia PBB Jean-Martin Bauer juga memperingatkan dampak konflik terhadap jalur perdagangan global.

Ia menjelaskan bahwa konflik di Selat Hormuz dan Selat Bab El-Mandeb memengaruhi dua jalur penting dalam rantai pasokan global.

"Dua titik utama dalam tatanan rantai pasok global terdampak oleh pembatasan dan risiko, sehingga perusahaan pelayaran mengalihkan layanan mereka," ujar Jean-Martin Bauer.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan asuransi risiko perang untuk pengiriman menyebabkan biaya tambahan sekitar 2.000 hingga 4.000 dolar Amerika Serikat per kontainer di wilayah yang berisiko.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti