
Pantau - Kementerian Pertahanan Iran menyatakan sebagian besar kemampuan rudalnya belum digunakan dalam konflik melawan Amerika Serikat di tengah eskalasi perang yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran Jenderal Reza Talaei-Nik mengatakan kapasitas militer negaranya masih belum dimaksimalkan dalam pertempuran.
Ia menyebutkan, "Sebagian besar kemampuan rudal kami masih belum digunakan."
Klaim Supremasi dan Strategi Militer
Talaei-Nik menegaskan pasukan Iran tetap berada dalam posisi unggul selama konflik berlangsung, termasuk dalam penguasaan wilayah udara.
Ia mengatakan, "Pasukan kami mempertahankan supremasi udara penuh atas wilayah pendudukan Zionis (Israel) dan sebagian kemampuan rudal kami digunakan selama perang 40 hari."
Selain itu, ia mengklaim kapal perang lawan beberapa kali mundur hingga ratusan kilometer dari Laut Oman sebagai respons terhadap tindakan militer Iran.
Dampak Konflik pada Jalur Energi Global
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026 turut mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Gangguan tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasar energi global dan potensi dampak ekonomi berkepanjangan.
Sebagai informasi tambahan, sejumlah pengamat menilai eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dapat memperbesar risiko terhadap distribusi energi dunia yang sangat bergantung pada jalur strategis tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan







