Pantau Flash
Joko Driyono Jalani Sidang Vonis Kasus Perusakan Bukti Pengaturan Skor
Sampah Plastik di Jawa Barat Akan Disulap Jadi Biodiesel
Komisi III DPR Gelar Rapat Pleno Bahas Amnesti Baiq Nuril Hari Ini
Cristiano Ronaldo Bebas dari Dakwaan Kasus Pemerkosaan
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan

Menhan AS Siapkan 120 Ribu Tentara ke Timur Tengah untuk Habisi Iran

Menhan AS Siapkan 120 Ribu Tentara ke Timur Tengah untuk Habisi Iran Donald Trump dengan Patrick Shanahan. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Menteri Pertahanan sementara Amerika Serikat Patrick Shanahan telah menyampaikan rencana terbaru militer, yang mengarah pada pengiriman 120.000 tentara AS ke Timur Tengah jika Iran menyerang pasukan AS atau mempercepat pengerjaan senjata nuklir.

Rencana diperbarui atas perintah dari kalangan garis keras pimpinan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, lapor surat kabar tersebut yang mengutip sumber-sumber tanpa nama.

Rencana itu tidak berisi desakan agar AS melakukan serbuan darat ke Iran.

Baca juga: Pesan Trump untuk Iran: Jangan Main-main dengan Kepentingan AS

Dalam beberapa pekan belakangan ini, Washington telah meningkatkan tekanan terhadap Teheran melalui penerapan sejumlah sanksi, pernyataan keras serta ancaman pengerahan militer.

Shanahan sudah setuju soal pengiriman landasan kendaraan amfibi dan sistem pertahanan udara ke Timur Tengah, kata Pentagon, yang adalah gedung markas Departemen Pertahanan AS, dalam pernyataan pada Jumat.

Pengerahan itu diputuskan beberapa hari setelah Gedung Putih mengumumkan akan mengirimkan unit pengebom dan kapal perang Abraham Lincoln ke kawasan itu.

Baca juga: Uni Eropa Pasang Badan Redam Polemik Kesepakatan Nuklir Iran

Sebagai tanggapan atas langkah AS, Presiden Iran Hassan Rouhani pekan lalu mengumumkan bahwa Iran menarik diri dari ketentuan pembatasan soal kesepakatan nuklir Iran soal cadangan uranium serta pasokan air negara itu.

Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, keluar dari kesepakatan nuklir Iran tersebut, yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB dan dicapai pada 2015.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: