
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan ketinggian mencapai 1,25 hingga 2,5 meter pada periode 5 hingga 8 Juli 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, mengimbau seluruh pelaku aktivitas pelayaran laut di wilayah NTT untuk meningkatkan kewaspadaan.
Wilayah Terdampak dan Pola Angin Pemicu Gelombang
Wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi meliputi:
- Selat Sape bagian selatan
- Selat Alor
- Perairan selatan Flores
- Perairan selatan Alor-Pantar
- Selat Sumba bagian barat
- Laut Sawu
- Selat Ombai
- Perairan utara Sabu-Raijua
- Perairan utara Kupang-Rote
- Perairan selatan Sabu-Raijua
- Perairan selatan Timor-Rote
- Perairan selatan Sumba
Pola angin di wilayah NTT umumnya bertiup dari timur laut ke tenggara dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 28 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa wilayah seperti Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba, Laut Sawu, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Timor-Rote.
Angin kencang ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah-wilayah tersebut secara signifikan.
Imbauan Keselamatan dan Pemantauan Cuaca Laut
BMKG memberikan saran keselamatan khusus bagi pelaku pelayaran dan pengguna transportasi laut.
Pengguna perahu nelayan diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
Sementara itu, operator kapal tongkang perlu meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin menyentuh 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter.
BMKG juga mengimbau masyarakat umum dan pengguna jasa transportasi laut untuk terus memantau informasi resmi dan terkini melalui kanal informasi BMKG guna menghindari risiko kecelakaan laut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





