
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya penguatan kolaborasi hexahelix dan pemanfaatan intellectual property (IP) lokal guna meningkatkan kontribusi sektor ekonomi kreatif (ekraf) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
"Pendekatan hexahelix akan menjadi inovasi bersama antara pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, media, komunitas, dan pelaku bisnis sehingga Indonesia beralih dari konsumen tren menjadi pembuat tren baru dari sisi kreativitas serta ekonomi," ungkap Riefky dalam Trend Maker Summit 2025 di Bali, Kamis, 27 November 2025.
Ia menyebut bahwa kontribusi sektor ekraf terhadap PDB nasional sudah melampaui target tahunan.
Nilai kontribusi tersebut meningkat dari Rp700 triliun pada 2013 menjadi Rp1.500 triliun pada 2024.
"Tentu hal ini telah melampaui target tahun 2025 yang kontribusinya setara dengan 7 persen terhadap PDB nasional," katanya.
Menuju Ekosistem Ekraf Berdaya Saing Global
Kementerian Ekonomi Kreatif akan menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada Oktober 2026.
Bali dipilih sebagai lokasi karena termasuk dalam 15 wilayah prioritas pengembangan ekraf dan memiliki potensi generasi muda serta ekosistem kreatif yang telah mendapat pengakuan global.
Dalam forum tersebut, Menteri Riefky mendorong penguatan aspek penting ekraf seperti data, pengembangan talenta, perlindungan hak kekayaan intelektual, dan akses pembiayaan berkelanjutan.
Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ekraf nasional yang tangguh dan kompetitif di pasar global.
Ia juga menyoroti perlunya memahami pergeseran budaya, perkembangan teknologi, dan perubahan perilaku konsumen.
Hal itu dinilai berpengaruh langsung terhadap perluasan tenaga kerja serta peningkatan kontribusi ekraf terhadap ekonomi nasional.
Dari Tren Lokal ke Dampak Global
Menteri Riefky menekankan bahwa pelaku industri kreatif perlu mampu menerjemahkan kesadaran terhadap tren menjadi inovasi yang menghasilkan dampak ekonomi dan sosial.
Inovasi produk, pengembangan pengalaman, dan formulasi kebijakan disebut sebagai elemen penting dalam strategi membentuk masa depan industri kreatif Indonesia.
Salah satu contoh tren lokal yang berhasil mencuri perhatian global adalah lomba Pacu Jalur yang viral di media sosial.
Acara Trend Maker Summit 2025 digelar selama dua hari, 27–28 November 2025, dengan tema Indonesia’s Innovation Journey: Inspiring the Future.
Kegiatan ini bertujuan menjadi ruang inspirasi dan pembelajaran bagi para pemimpin industri kreatif, sekaligus merayakan tren dan inovasi yang lahir dari Indonesia.
Riefky menutup dengan menyatakan bahwa meskipun Indonesia masih banyak mengikuti tren global, peluang untuk menjadi pembentuk tren baru di masa depan sangat besar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







