
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 1,17% ke level 8.748,13 pada hari pertama perdagangan di tahun 2026, didorong oleh meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Penguatan ini mencerminkan awal yang optimis bagi pasar saham nasional dan menjadi sinyal positif bagi pergerakan indeks sepanjang tahun.
Menurut Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, pasar Indonesia dipandang sebagai salah satu pasar berkembang dengan kualitas tinggi dan valuasi saham yang masih atraktif.
"IHSG menunjukkan awal yang optimis di 2026," ungkapnya.
Ia memperkirakan IHSG berpotensi tumbuh antara 8 hingga 10 persen sepanjang tahun ini.
Dukungan Fundamental dan Sentimen Positif Regional
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa penguatan IHSG sejalan dengan reli bursa Asia lainnya, serta ditopang oleh fundamental ekonomi domestik yang solid.
"Permintaan domestik menjadi penopang utama ekonomi," ujarnya.
Data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia untuk Desember tercatat di level 51,2, tetap berada di zona ekspansi.
Selain itu, arus modal asing sebesar Rp1,1 triliun masuk ke pasar modal Indonesia pada hari pertama perdagangan, menunjukkan optimisme investor global terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Turunnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah 10 tahun menjadi 6,05% juga memperkuat sinyal kepercayaan terhadap pasar keuangan Indonesia.
Faktor Pendukung Penguatan IHSG
Kenaikan IHSG didorong oleh beberapa faktor utama, antara lain:
Fundamental makroekonomi yang solid
Permintaan domestik yang tetap kuat
Valuasi saham yang masih di bawah rata-rata historis
Aksi beli kembali saham (buyback) pasca aksi ambil untung akhir 2025
Arus modal asing yang terus masuk
Turunnya yield obligasi sebagai indikator kestabilan ekonomi
Target 2026: IHSG Bisa Tembus 10.000
Dengan berbagai indikator positif tersebut, target IHSG untuk tahun 2026 secara realistis dipatok menembus 9.000 dan berpeluang mendekati 10.000.
Ekonom menilai bahwa penguatan IHSG bukan sekadar reli sesaat, melainkan memasuki fase penguatan yang berkelanjutan.
Indonesia pun dinilai semakin menonjol sebagai tujuan investasi utama di kawasan ASEAN berkat kestabilan ekonomi dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.
- Penulis :
- Gerry Eka







