Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bank Indonesia Optimistis Inflasi 2026–2027 Terkendali di Tengah Tekanan Harga Pangan dan Energi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bank Indonesia Optimistis Inflasi 2026–2027 Terkendali di Tengah Tekanan Harga Pangan dan Energi
Foto: (Sumber: Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso. ANTARA/Rizka Khaerunissa/am.)

Pantau - Bank Indonesia (BI) menyatakan optimisme bahwa laju inflasi nasional pada tahun 2026 dan 2027 akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran sebesar 2,5 persen ±1 persen, atau dalam rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen, sebagaimana disampaikan oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso.

Inflasi 2025 Terkendali Berkat Sinergi dan Stabilitas Kebijakan

Menurut BI, inflasi yang terjaga pada 2025 merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta sinergi antara BI dan pemerintah pusat maupun daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), termasuk penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional.

“Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter,” ujar Ramdan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi IHK Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen (month-to-month/mtm), meningkat dari 0,17 persen pada November 2025.

Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) untuk 2025 berada di angka 2,92 persen, masih dalam batas target BI.

Kenaikan inflasi Desember didorong oleh kelompok volatile food dan administered prices, sementara inflasi inti tetap stabil.

Inflasi inti tercatat sebesar 0,20 persen (mtm), naik tipis dari bulan sebelumnya, dipengaruhi oleh komoditas emas perhiasan dan minyak goreng.

Harga Pangan dan Energi Jadi Pendorong Inflasi

Inflasi volatile food melonjak tajam menjadi 2,74 persen (mtm) dari hanya 0,02 persen pada November, dengan penyumbang utama adalah cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah.

Faktor pemicu kenaikan harga tersebut antara lain gangguan cuaca, mahalnya biaya input ternak, serta meningkatnya permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, inflasi administered prices Desember tercatat 0,37 persen (mtm), naik dari 0,24 persen pada bulan sebelumnya, dipicu oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota seiring meningkatnya mobilitas dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Secara tahunan, inflasi tetap terkendali pada seluruh komponennya:

  • Inflasi inti tahunan: 2,38 persen (yoy), dijaga melalui kebijakan suku bunga, stabilisasi nilai tukar rupiah, pengendalian imported inflation, dan dukungan digitalisasi ekonomi.
  • Inflasi volatile food: 6,21 persen (yoy), berkat terjaganya pasokan dan penguatan sinergi BI–TPIP–TPID.
  • Inflasi administered prices: 1,93 persen (yoy), karena terbatasnya penyesuaian harga oleh pemerintah.
Penulis :
Ahmad Yusuf