Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp16.761 per Dolar AS, Ketegangan AS–Venezuela Picu Tekanan Pasar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp16.761 per Dolar AS, Ketegangan AS–Venezuela Picu Tekanan Pasar
Foto: (Sumber: Petugas menyusun yang dolar AS dan rupiah di Bank Syariah Indonesia (BSI), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/2/2025). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc/aa..)

Pantau - Nilai tukar rupiah dibuka melemah dalam perdagangan Rabu pagi, 7 Januari 2026, sebesar 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp16.761 per dolar Amerika Serikat dari sebelumnya Rp16.758 per dolar.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global.

"Untuk hari ini, rupiah diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran Rp16.700–Rp16.800 per dolar AS," ungkap Josua.

Ketegangan AS–Venezuela Pengaruhi Sentimen Global

Faktor utama tekanan terhadap rupiah berasal dari situasi geopolitik yang memburuk, menyusul aksi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Pada 3 Januari 2026, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, untuk dibawa ke New York.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas tuduhan keterlibatan dalam "narko-terorisme" dan menyebut keduanya sebagai ancaman global, termasuk bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Aksi militer AS ini menuai kecaman dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang menilai tindakan tersebut berpotensi menjadi preseden buruk dalam hubungan internasional dan melanggar kedaulatan negara lain.

Dampak ke Pasar Obligasi dan Lelang SUN

Ketidakpastian global turut memengaruhi pasar obligasi domestik.

Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2026, dengan rincian:

  • SBN tenor 5 tahun naik 2 basis poin ke 5,49 persen
  • SBN tenor 10 tahun naik 1 basis poin ke 6,10 persen
  • SBN tenor 15 tahun tetap di level 6,39 persen
  • SBN tenor 20 tahun naik 1 basis poin ke 6,50 persen

Volume perdagangan obligasi pemerintah juga meningkat signifikan menjadi Rp50,28 triliun dari sebelumnya Rp29,02 triliun pada hari Senin, 5 Januari 2026.

Sementara itu, pada lelang Surat Utang Negara (SUN) tanggal 6 Januari 2026, Kementerian Keuangan berhasil menyerap dana sebesar Rp40 triliun dari total penawaran yang masuk senilai Rp90,96 triliun.

Penulis :
Aditya Yohan