
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat Indonesia mengalami surplus produksi jagung pada 2025, mendorong pemerintah untuk memulai ekspor jagung guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani.
"Kita siap-siap ekspor. Bulog, tolong ini bukan pekerjaan kecil," kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat panen raya jagung serentak di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 8 Januari 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Heriyadi (Titiek Soeharto).
Surplus Jagung Meningkat dalam Dua Tahun Terakhir
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen sepanjang 2025 mencapai 16,11 juta ton, meningkat 6,44 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 15,14 juta ton.
Sementara itu, proyeksi kebutuhan konsumsi jagung nasional tahun 2025 tercatat sebesar 15,65 juta ton, sehingga terdapat surplus 463,9 ribu ton.
Surplus ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2023, saat produksi jagung hanya 14,77 juta ton dan kebutuhan konsumsi 14,47 juta ton, dengan surplus sebesar 307,4 ribu ton.
Dalam dua tahun, angka surplus meningkat 23,2 persen.
"Surplus tersebut mendorong pemerintah untuk mempersiapkan Perum Bulog dapat mulai melaksanakan ekspor stok jagung," ujar Amran.
Peran Polri dan Dukungan Lintas Sektor
Dalam dialog daring dengan jajaran Polri, Amran menyebut kontribusi Polri terhadap produksi jagung nasional 2025 mencapai 3,5 juta ton atau sekitar 20 persen.
"Pak Kapolri luar biasa dan Bapak Presiden apresiasi kemarin. Capaiannya sampai 20 persen. Kami hitung, 700 ribu hektare dikali 5 ton, itu 3,5 juta ton," ungkapnya.
Pemerintah mencatat capaian positif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, baik dalam produksi beras maupun jagung.
Produksi beras 2025 tercatat sebesar 34,7 juta ton dengan stok awal 3,2 juta ton — tertinggi sepanjang sejarah.
Sementara itu, ekspor jagung hingga November 2025 tercatat mencapai 21,3 ribu ton, menurut data Proyeksi Neraca Pangan Nasional per Desember.
Pemerintah juga menegaskan bahwa tidak ada impor jagung pakan untuk stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) di Perum Bulog selama tahun 2025.
Amran mengapresiasi dukungan dari Komisi IV DPR RI dan Polri yang disebut berperan penting dalam mewujudkan swasembada jagung lebih cepat dari target.
"Beliau (Ketua Komisi IV DPR RI) support penuh sehingga swasembada kita tercapai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Hanya satu tahun dari target Bapak Presiden empat tahun," ujar Amran.
" Kami ucapkan terima kasih pada Bapak Kapolri, kami mewakili petani, mewakili pemerintah. Ini adalah kerja keras yang luar biasa," tambahnya.
Bulog Siap Laksanakan Ekspor Jagung 2026
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan kesiapan Bulog untuk mengekspor jagung sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam pengumuman swasembada pangan pada Rabu, 7 Januari 2026.
" Kami menargetkan di tahun 2026 ini memang Bulog akan melaksanakan ekspor, baik beras maupun jagung. Ini seiring dengan konsep dari Bapak Kapolri, kami akan bersinergi semaksimal mungkin khususnya untuk kaitannya dengan ekspor jagung," ungkap Rizal.
Ekspor jagung menjadi langkah lanjutan pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di sektor pangan sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan industri pertanian nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan







