Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat ke 8.948 di Tengah Optimisme Stimulus Pemerintah dan Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Menguat ke 8.948 di Tengah Optimisme Stimulus Pemerintah dan Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (13/1), didorong oleh sentimen positif dari arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta optimisme terhadap stimulus ekonomi domestik yang direncanakan pemerintah.

IHSG ditutup naik sebesar 63,58 poin atau 0,72 persen ke level 8.948,29, sementara Indeks LQ45 turut menguat 12,31 poin atau 1,42 persen ke posisi 878,86.

"Sentimen eksternal dan internal menopang laju indeks IHSG yang bergerak variatif", ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.

Sentimen Global dan Harapan Pemangkasan Suku Bunga

Dari sisi global, pelaku pasar menanti laporan inflasi Amerika Serikat sebagai acuan untuk memprediksi arah kebijakan The Fed.

Pasar memperkirakan bahwa The Fed akan melakukan dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026, dengan penurunan pertama kemungkinan dilakukan pada bulan Juni.

"Meskipun kejutan positif dalam inflasi dapat membatasi ruang gerak bank sentral untuk melonggarkan kebijakan", ungkap Nico.

Laporan ketenagakerjaan non-farm payroll pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS yang lebih rendah dari perkiraan untuk Desember 2025, mendukung ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.

Dari Asia, Jepang melaporkan surplus neraca transaksi berjalan sebesar 3.674,1 miliar Yen pada November 2025, naik dari 3.338,9 miliar Yen pada periode sama tahun sebelumnya, dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 3.594 miliar Yen.

Dukungan Stimulus Domestik dan Tekanan dari Proyeksi Defisit

Di dalam negeri, sentimen positif datang dari rencana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang akan melanjutkan kebijakan stimulus pada 2026.

Stimulus tersebut mencakup program magang, insentif PPh final UMKM, PPh DTP, PPN DTP perumahan, serta diskon iuran JKK/JKM.

Nico menyebut kebijakan ini bertujuan untuk menjaga daya konsumsi rumah tangga demi menopang ketahanan ekonomi domestik.

Namun, pasar juga menghadapi tekanan dari potensi aksi ambil untung (profit taking) dan proyeksi fiskal dari Citigroup.

Citigroup memproyeksikan defisit fiskal Indonesia pada 2026 mencapai 3,5 persen terhadap PDB, melebihi batas maksimal defisit yang ditetapkan pemerintah sebesar 3 persen.

"Tentunya ini akan berdampak pada perlambatan ekonomi secara keseluruhan", ujar Nico.

Pergerakan IHSG dan Sektor Saham

IHSG sempat dibuka menguat, lalu bergerak ke zona negatif hingga sesi pertama berakhir.

Namun, indeks kembali menguat pada sesi kedua dan bertahan hingga penutupan perdagangan.

Tujuh dari sebelas sektor dalam Indeks Sektoral IDX-IC mengalami penguatan.

Sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 2,05 persen, disusul sektor industri dan properti masing-masing sebesar 1,87 persen dan 0,64 persen.

Sementara itu, empat sektor melemah, dipimpin oleh sektor barang konsumen non primer yang turun 2,11 persen, disusul sektor transportasi & logistik (-0,94 persen), serta sektor energi (-0,68 persen).

Saham-saham yang mengalami penguatan signifikan antara lain SOLA, ASPR, MBMA, WEHA, dan APLN.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah DKHH, VICI, DEWA, GTSI, dan NINE.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3.805.222 kali transaksi, dengan volume saham mencapai 52,89 miliar lembar dan nilai transaksi sebesar Rp33,41 triliun.

Sebanyak 348 saham menguat, 327 saham melemah, dan 131 saham stagnan.

Bursa Asia Didominasi Penguatan

Bursa saham regional Asia turut mencatatkan kinerja positif.

Indeks Nikkei Jepang melonjak 1.531,20 poin atau 2,93 persen ke level 53.461,10.

Indeks Hang Seng naik 239,99 poin atau 0,90 persen ke 26.848,47.

Indeks Straits Times menguat 40,35 poin atau 0,85 persen ke posisi 4.807,12.

Sementara itu, indeks Shanghai melemah 26,53 poin atau 0,64 persen ke posisi 4.138,75.

Penulis :
Shila Glorya