
Pantau - PT KAI memberlakukan pola operasi memutar akibat banjir yang masih menggenangi jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sejak Sabtu dini hari.
Banjir menyebabkan jalur rel di wilayah Pantura Jawa Tengah tidak dapat dilalui secara normal sehingga perjalanan kereta api terdampak.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan dari Semarang pada Sabtu bahwa sejumlah perjalanan kereta api dialihkan melalui jalur selatan.
“Perjalanan kereta api yang melintas jalur Pantura kami alihkan melalui jalur selatan karena kondisi rel belum memungkinkan untuk dilalui,” ungkapnya.
Sejumlah kereta api dari arah barat memutar melalui rute Tegal–Prupuk–Kroya–Solobalapan–Gundih–Gambringan hingga Semarang Tawang.
Kereta api yang mengalami perubahan rute antara lain KA Argo Anjasmoro, KA Harina, dan KA Kamandaka.
Selain pengalihan rute, PT KAI juga membatalkan sejumlah perjalanan kereta api dari Stasiun Semarang.
Kereta api yang dibatalkan keberangkatannya meliputi KA Kaligung dan KA Merbabu.
Sebagai upaya memperlancar perjalanan kereta api, PT KAI menyiapkan lokomotif jenis BB 304 yang mampu melintas di genangan air.
Lokomotif BB 304 akan menarik kereta api dari arah timur menuju barat saat melintasi jalur rel yang tergenang banjir.
Jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi diketahui telah tergenang banjir sejak Sabtu dini hari dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter di atas kepala rel.
- Penulis :
- Aditya Yohan







