
Pantau - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan sekitar 6.000 armada bus untuk mengangkut jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026.
Kepala Seksi Transportasi Daker Madinah Achmad Muslichuddin Tamdjiz mengatakan, layanan transportasi tersebut merupakan bagian dari sistem Antarkota Perhajian (AKAP) dengan bus tipe besar.
Ia mengungkapkan, "Ini kan layanan AKAP, antarkota perhajian. Tipe busnya Coach, tipe bus besar dengan kapasitas mulai dari 45 sampai ada yang 51. Akan tetapi, kita membatasi (jumlah penumpang). Ada 15 perusahaan transportasi. Untuk armada estimasi sekitar 6000-an ya".
PPIH bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi untuk menyediakan armada tersebut, dengan mayoritas bus berjenis coach berkapasitas 45 hingga 51 penumpang.
Jumlah penumpang dalam setiap bus tetap dibatasi guna menjaga kenyamanan jamaah selama perjalanan.
Jenis Layanan Transportasi Jamaah
PPIH menyiapkan tiga jenis layanan transportasi utama untuk mendukung mobilitas jamaah selama di Arab Saudi.
Layanan pertama adalah bus AKAP yang digunakan untuk mengangkut jamaah dari bandara menuju hotel di Madinah atau Makkah serta sebaliknya.
Layanan kedua adalah Bus Shalawat yang beroperasi selama 24 jam secara gratis untuk mengantar jamaah menuju Masjidil Haram di Makkah.
Layanan ketiga adalah bus Masyair yang digunakan saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Persiapan dan Antisipasi Kendala
PPIH mulai melakukan persiapan intensif menjelang kedatangan jamaah yang dijadwalkan pada 22 April 2026.
Petugas transportasi menyiapkan berbagai dokumen penting seperti data jumlah jamaah, asal embarkasi, serta kebutuhan armada bus untuk setiap rombongan.
Setiap rombongan jamaah akan dicatat secara rinci guna memastikan kelancaran distribusi transportasi.
Jarak tempuh dari Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz ke hotel di Madinah diperkirakan sekitar satu jam perjalanan.
PPIH juga menjalin koordinasi intensif dengan pihak bandara untuk memastikan proses penjemputan berjalan lancar.
Achmad Muslichuddin Tamdjiz menjelaskan, "Karena kita akan ada komunikasi tek-tok dengan pihak bandara, terutama transportasi bandara. Ketika jamaah tersebut sudah diberangkatkan dari bandara, diinformasikan ke kami di hotel Madinah, tentu kita akan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan".
Selain itu, PPIH menyiapkan skenario penanganan jika terdapat jamaah yang tertinggal dari rombongan.
Ia menambahkan, "Jika ada jamaah yang ketinggalan, kita akan siapkan kendaraan di luar bus, entah kendaraan operasional Daker atau minibus Coaster yang biasa digunakan teman-teman petugas".
- Penulis :
- Arian Mesa








