
Pantau - Ahli polimer dari Universitas Indonesia, Profesor Mochamad Chalid, mengingatkan risiko peluruhan Bisphenol A (BPA) dari galon air minum berbahan polikarbonat (PC) yang telah digunakan berulang kali dalam jangka panjang.
Batas Aman Penggunaan Galon Guna Ulang Maksimal 1 Tahun
Menurut Profesor Chalid, galon PC tersusun dari rantai polimer panjang yang dapat terputus akibat paparan panas, proses pencucian, dan frekuensi penggunaan yang tinggi.
Pemutusan rantai tersebut menyebabkan proses leaching atau pelepasan BPA dalam partikel kecil ke dalam air minum.
Ia menyarankan batas aman pemakaian galon guna ulang adalah maksimal 40 kali, atau sekitar satu tahun dengan asumsi pengisian ulang dilakukan satu kali per minggu.
Jika digunakan melebihi batas tersebut, risiko migrasi BPA meningkat secara signifikan dan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Peringatan ini disampaikan sebagai tanggapan atas hasil investigasi Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) yang menemukan masih banyak galon lanjut usia (Ganula) beredar di pasaran.
Dalam investigasi KKI di 60 kios wilayah Jabodetabek, ditemukan bahwa 57 persen galon berusia di atas dua tahun, bahkan ada galon produksi tahun 2012 yang masih dijual.
Sebanyak 80 persen galon yang diamati tampak buram dan kusam, mengindikasikan adanya penurunan kualitas material plastik.
Paparan BPA Melebihi Ambang Batas, Regulasi Baru Berlaku 2028
BPA dikenal sebagai endocrine disruptor, yaitu zat kimia yang dapat meniru hormon estrogen dan mengganggu sistem hormon dalam tubuh.
Paparan jangka panjang terhadap BPA telah dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan seperti gangguan reproduksi dan kesuburan, diabetes tipe 2, obesitas, kanker (payudara, prostat, usus besar), hingga gangguan perkembangan janin.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam survei 2021–2022 di enam kota besar menemukan bahwa paparan BPA dari galon guna ulang melebihi ambang batas aman.
Meski BPOM telah menerbitkan regulasi pelabelan bahaya BPA sejak tahun 2024, peraturan tersebut baru akan berlaku efektif pada tahun 2028.
Ketua KKI, David Tobing, mendesak agar regulator tidak menunggu hingga 2028, mengingat bukti paparan BPA sudah melampaui ambang batas.
KKI juga merekomendasikan kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) agar mendesak produsen air minum dalam kemasan (AMDK) menarik galon yang telah berusia lebih dari dua tahun dari peredaran.
Masyarakat diimbau untuk bersikap kritis, aktif melapor jika menemukan galon tua, dan menyampaikan keluhan melalui kanal pengaduan resmi KKI.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan







