Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah Tajam Usai MSCI Tahan Sementara Rebalancing Indeks Saham Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Melemah Tajam Usai MSCI Tahan Sementara Rebalancing Indeks Saham Indonesia
Foto: (Sumber: Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (12/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada level 8.660 atau naik 0,46 persen. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia pada Rabu pagi bergerak melemah tajam setelah Morgan Stanley Capital International membekukan sementara proses rebalancing indeks saham Indonesia.

IHSG dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66 persen ke level 8.382,48 pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026 pukul 09.47 WIB.

Indeks LQ45 turut mengalami tekanan dengan penurunan 55,95 poin atau 6,39 persen ke posisi 820,16.

Ia menjelaskan bahwa pembekuan kenaikan bobot saham Indonesia akan menahan aliran dana pasif investor global yang selama ini ditopang dana indeks dan ETF.

MSCI sebelumnya mengumumkan hasil konsultasi global terkait penilaian free float saham Indonesia yang langsung menjadi sorotan utama pelaku pasar.

Sebagian investor global menyambut baik penggunaan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan KSEI, namun mayoritas masih menyimpan kekhawatiran terhadap keandalan klasifikasi pemegang saham.

Investor menilai data tersebut belum sepenuhnya menggambarkan struktur kepemilikan sebenarnya sehingga menimbulkan keraguan dalam menilai tingkat free float saham Indonesia.

MSCI menilai perbaikan minor yang dilakukan Bursa Efek Indonesia belum menjawab persoalan utama terkait investability pasar saham Indonesia.

Investor global juga menyoroti rendahnya transparansi struktur kepemilikan serta potensi transaksi terkoordinasi yang dikhawatirkan mengganggu pembentukan harga wajar dan meningkatkan risiko volatilitas tidak sehat.

Pembekuan tersebut berlaku pada seluruh hasil peninjauan indeks, termasuk Review Februari 2026, serta dampak dari aksi korporasi.

MSCI juga tidak menambahkan saham baru Indonesia ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes dan menahan kenaikan segmen ukuran saham seperti perpindahan dari kategori Small Cap ke Standard Index.

Kebijakan tersebut bertujuan menekan risiko perputaran indeks berlebihan sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar Indonesia untuk memperbaiki transparansi.

Dari global, pada perdagangan Selasa, 27 Januari, bursa Wall Street bergerak variatif dengan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,83 persen ke level 49.421,40.

Indeks S&P 500 menguat 0,41 persen ke level 6.950,30 dan indeks Nasdaq Composite naik 0,88 persen ke level 25.713,21.

Bursa saham regional Asia pagi ini bergerak beragam dengan indeks Nikkei melemah 0,55 persen, Shanghai menguat 0,26 persen, Hang Seng naik 1,13 persen, dan Strait Times turun 0,97 persen.

Penulis :
Ahmad Yusuf