Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

BTN Dorong Pekerja Informal Manfaatkan Kredit Program Perumahan dari Sisi Permintaan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BTN Dorong Pekerja Informal Manfaatkan Kredit Program Perumahan dari Sisi Permintaan
Foto: (Sumber: Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Rabu (28/1/2026). ANTARA/Aji Cakti)

Pantau - PT Bank Tabungan Negara Tbk atau BTN mendorong pemanfaatan kredit program perumahan dari sisi permintaan untuk segmen pekerja informal agar lebih mudah mengakses pembiayaan perumahan bersubsidi.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyampaikan dorongan tersebut di Jakarta pada Rabu, 28 Januari 2026.

Setiyo Wibowo menjelaskan bahwa dalam skema sebelumnya, pekerja informal relatif sulit mengakses pembiayaan, sehingga BTN mendorong segmen baru melalui kredit program perumahan dari sisi permintaan.

"Melalui kredit program perumahan dari sisi permintaan, kami mendorong pekerja informal agar lebih terjangkau dalam mendapatkan KPR subsidi," ungkap Setiyo Wibowo.

Ia menyebutkan bahwa kredit program perumahan tersebut juga diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha para pekerja informal.

Kolaborasi Pengembang dan Capaian Penyaluran Kredit

Untuk kredit program perumahan dari sisi suplai, BTN terus berkolaborasi dengan pengembang kecil di daerah-daerah guna mendukung penyediaan rumah bagi masyarakat.

Setiyo Wibowo menyampaikan bahwa pengembang kecil di daerah yang baru memulai usaha membutuhkan dukungan pembiayaan agar proyek perumahan dapat berjalan.

BTN disebut telah menyiapkan kerja sama dengan lebih dari 10.000 mitra pengembang di seluruh Indonesia yang didorong untuk mempersiapkan lahan dan proyek perumahan.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mencatat penyaluran kredit usaha rakyat sektor perumahan atau kredit program perumahan hingga 16 Desember mencapai Rp3,5 triliun.

Dukungan Program Prioritas Perumahan

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menyampaikan bahwa dari sisi suplai terdapat 892 debitur, sementara dari sisi permintaan tercatat 3.810 debitur.

"Jumlah debitur terbanyak berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan DKI Jakarta," ungkap Sri Haryati.

Kredit program perumahan merupakan pembiayaan modal kerja dan atau pembiayaan investasi yang diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah baik individu perorangan maupun badan usaha.

Dari sisi penyediaan, kredit tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengembang perumahan, penyedia jasa konstruksi, dan pedagang bahan bangunan untuk penyediaan tanah, pembelian material, serta pengadaan barang dan jasa pembangunan rumah.

Sementara dari sisi permintaan, kredit program perumahan dapat dimanfaatkan oleh UMKM individu perorangan untuk pembelian, pembangunan, maupun renovasi rumah guna mendukung kegiatan usaha.

Penulis :
Ahmad Yusuf