Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Antre Pupuk Subsidi Sejak Pagi, Petani Takalar Mulai Beralih ke Pertanian Organik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Antre Pupuk Subsidi Sejak Pagi, Petani Takalar Mulai Beralih ke Pertanian Organik
Foto: (Sumber: Ilustrasi. Para petani saat mulai menanam di Kabupaten Takalar. ANTARA/Nur Suhra Wardyah (B))

Pantau - Sejumlah petani di Desa Lassang, Kabupaten Takalar, tampak ramai mengantre pupuk subsidi sejak sebelum pukul 07.00 pagi dengan memanfaatkan sistem penebusan berbasis digital menggunakan ponsel.

Digitalisasi Pupuk dan Aktivitas Petani

Para petani yang mengantre berasal dari berbagai usia mulai dari remaja, dewasa, hingga lanjut usia untuk menebus pupuk subsidi melalui penerapan teknologi digital.

Digitalisasi penebusan pupuk subsidi tersebut bertujuan memudahkan petani sekaligus mencegah penyimpangan dalam penyaluran dan alokasi pupuk.

Salah satu petani yang ikut mengantre adalah Sukriadi, pria berusia 35 tahun yang telah mengenal dunia pertanian sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.

Sukriadi yang akrab disapa Uki merupakan lulusan pondok pesantren dan sempat mengenyam pendidikan perguruan tinggi serta pernah dikirim sebagai dai ke daerah pelosok.

Meski demikian, Uki tetap aktif membantu ayahnya bertani mulai dari menanam padi, memupuk sawah, hingga terlibat langsung dalam proses panen.

Coba-Coba Pupuk Organik

Uki mulai mengembangkan pertanian berkelanjutan dengan menggunakan pupuk organik pada sejumlah bidang sawah yang dikelolanya selama dua tahun terakhir.

Ia menyebut prinsip “coba-coba” menjadi dasar dalam melakukan pembaruan metode pertanian yang dijalaninya.

Pada tahun 2024, Uki mencampur pupuk kimia dan pupuk organik dengan perbandingan dua banding satu yang ditaburkan langsung ke sawah.

Pada tahun 2025, penggunaan pupuk organik ditingkatkan dengan cara ditaburkan terlebih dahulu sebelum penanaman benih padi.

Uki mengatakan "Ada teman petani yang bilang kalau ditabur dulu sebelum ditanam karena bagus untuk tanah yang akan ditanami," ungkapnya.

Ia mengakui penggunaan pupuk organik memberikan hasil positif berupa peningkatan produksi panen baik di sawah garapannya maupun di lahan milik mertuanya.

Meski peningkatan hasil tidak terlalu signifikan, Uki menilai hasil panen tetap lebih baik dan kesuburan tanah semakin terjaga.

Pengalaman tersebut kemudian dibagikan Uki kepada kerabat dan tetangganya meskipun tidak semua petani langsung beralih ke pupuk organik.

Uki mengaku menjadi saksi langsung manfaat pupuk organik terhadap kesuburan tanah dan hasil panen padi di desanya.

Penulis :
Aditya Yohan