
Pantau - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melakukan pemetaan pemulihan kawasan pertanian dan perkebunan yang terdampak bencana hidrometeorologi setelah wilayah tersebut melewati masa tanggap darurat.
Bencana hidrometeorologi menyebabkan kerusakan signifikan pada lahan pertanian dan perkebunan di sejumlah wilayah Tapanuli Selatan.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan bahwa pemerintah daerah kini memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan.
"Kita sudah melewati masa tanggap darurat dan masuk ke transisi darurat menuju pemulihan. Setelah itu, masuk lagi ke masa rekonstruksi serta rehabilitasi yang dilakukan secara bertahap," ungkap Gus Irawan.
Pada masa rekonstruksi dan rehabilitasi, pemerintah daerah akan memprioritaskan pemulihan mata pencarian warga yang terdampak bencana.
Kerusakan akibat bencana telah dihitung bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan total nilai mencapai Rp2,6 triliun.
Kerusakan tersebut mencakup aset pemerintah daerah, aset pemerintah provinsi, aset pemerintah pusat, fasilitas umum, serta lahan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga telah menyelesaikan Rencana Rekonstruksi Rehabilitasi Pascabencana.
Masyarakat yang kehilangan mata pencarian akan dibantu melalui penyediaan hunian sementara dan hunian tetap.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan PTPN dalam penyediaan lahan hunian serta lahan tumpang sari bagi warga terdampak.
Lahan tumpang sari disiapkan agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas pertanian.
Sebagian warga yang sebelumnya bersawah kini diarahkan untuk menanam jagung di lahan milik PTPN.
Pemerintah daerah mengakui perubahan jenis tanaman tersebut tidak mudah bagi masyarakat terdampak.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berkomitmen mendorong produktivitas warga dengan membagikan bibit jagung.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan Muhammad Taufik Batubara melaporkan bahwa kerusakan lahan pertanian dibagi dalam kategori rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.
Lahan rusak berat yang gagal panen namun masih dapat ditanami kembali tercatat seluas 1.352 hektare.
Lahan rusak berat yang tidak dapat digunakan kembali akibat tebalnya material mencapai 536 hektare.
Lahan dengan kategori rusak sedang tercatat seluas 77 hektare.
Lahan dengan kategori rusak ringan mencapai 1.053 hektare.
Lahan rusak berat yang masih dapat ditanami kembali akan mendapatkan bantuan bibit sebanyak 25 kilogram per hektare.
"Kami juga melakukan program dari pusat untuk melakukan optimalisasi lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan kembali untuk petani," ungkap Muhammad Taufik.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait normalisasi dan reklamasi lahan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus mengupayakan agar sawah-sawah yang terdampak dapat segera ditanami kembali.
"Ini yang coba kami petakan dan laksanakan untuk menghidupkan mata pencarian warga terdampak," ungkap Gus Irawan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







